Jakarta

Bareskrim Polri mengungkap pemalsuan BBM dari Pertaline menjadi Pertamax di empat SPBU. Polisi mengatakan bakal memeriksa pemilik dari keempat SPBU tersebut.

“Terkait masalah kenapa owner, ini belum. Apakah terlibat atau tidak? ini masih proses pemeriksaan. Apabila ada mens rea-nya, akan kita tindak lanjuti,” kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin di Mabes Polri, Kamis (28/3/2024).

Meski begitu, Nunung menjelaskan, pihaknya mendapati potensi kerja sama yang dilakukan para pelaku yang terdiri dari pengawas, manajer, hingga operator terhadap pemilik. Dia pun menekankan tidak menutup kemungkinan pemilik akan ikut diproses.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tetapi kami melihat ada semacam modus kerja sama yang dilakukan oleh pengelola dengan owner di mana di situ owner melakukan kerja sama dengan pengelola sehingga pelaksanaan kegiatan operasional secara menyeluruh itu jadi tanggung jawab pengelolaan,” terang Nunung.

“Tetapi tidak menutup kemungkinan apabila nanti kita peroleh ada keterangan atau alat bukti yang memang mengarah tidak memungkinkan kita akan proses,” imbuhnya.

5 Tersangka Ditangkap

Bareskrim Polri membongkar pemalsuan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di 4 SPBU di Jakbar, Tangerang, dan Depok. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syarifudin mengungkap kelima tersangka berinisial RHS (49), AP (37), DM (41), RY (24), dan RH (26).

“Dalam penanganan perkara ini, tim kami dari Subdit 3 Dittipidter telah membuat 3 LP dan menetapkan 5 orang tersangka serta melakukan penyitaan sejumlah barang bukti, di antaranya tersangka Saudara RHS (49) selaku pengelola SPBU, kemudian Saudara AP (37) sebagai manajer SPBU, demikian juga DM (41) selaku manajer juga, dan pengawas ada dua, RY (24) dan AH (26),” jelas Nunung dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Kamis (28/3).

Kasus ini dibongkar oleh Tim Subdit 3 Dittipidter Bareskrim Polri pada Kamis (7/3). Awalnya, polisi menangkap tersangka RHS dan AP.

“Pada hari Kamis, 7 Maret 2024, kita telah amankan tersangka RHS dan AP selaku pengelola dan manajer SPBU Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, dan SPBU di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten,” imbuhnya.

Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan pada Senin (25/3) dan mengungkap modus kecurangan yang sama di SPBU di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan di SPBU di Cimanggis, Kota Depok.

“Jadi sudah ada 4 SPBU yang melakukan penyimpangan dengan modus yang sama,” katanya.

(azh/azh)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *