Jakarta

Fidyah adalah yang harus dibayarkan untuk mengganti ibadah puasa dengan membayar sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk satu orang. Pembayaran fidyah secara nasional juga dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Tentang fidyah puasa, seperti dikutip dari laman BAZNAS, fidyah diambil dari kata “fadaa” yang artinya mengganti atau menebus. Bagi beberapa orang Islam yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria tertentu, diperbolehkan tidak berpuasa serta tidak harus menggantinya di lain waktu. Namun, sebagai gantinya diwajibkan untuk membayar fidyah.

Adapun kriteria orang yang bisa membayar fidyah antara lain:


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Orang tua renta yang tidak memungkinkannya untuk berpuasa.
  • Orang sakit parah yang kecil kemungkinan sembuh.
  • Ibu hamil atau menyusui yang jika berpuasa khawatir dengan kondisi diri atau bayinya (atas rekomendasi dokter).

Pembayaran fidyah wajib ditunaikan untuk mengganti ibadah puasa sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk satu orang. Nantinya, fidyah tersebut disumbangkan kepada orang miskin. Berapa besaran bayar fidyah puasa?

Dilansir laman BAZNAS, dijelaskan bahwa menurut Imam Malik, Imam As-Syafi’I, fidyah yang harus dibayarkan sebesar 1 mud gandum, yakni kira-kira 6 ons = 675 gram = 0,75 kg, atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa.

Sedangkan menurut Ulama Hanafiyah, fidyah yang harus dikeluarkan sebesar 2 mud, yakni setara 1/2 sha’ gandum. (Jika 1 sha’ setara 4 mud = sekitar 3 kg, maka 1/2 sha’ berarti sekitar 1,5 kg). Aturan kedua ini biasanya digunakan untuk orang yang membayar fidyah berupa beras.

Membayar fidyah juga bisa berupa makanan pokok. Misal, seseorang tidak puasa 30 hari, maka ia harus menyediakan fidyah 30 takar dengan masing-masing 1,5 kg. Fidyah boleh dibayarkan kepada 30 orang fakir miskin atau beberapa orang saja (misalnya 2 orang, berarti masing-masing dapat 15 takar).

Adapun menurut kalangan Hanafiyah, fidyah boleh dibayarkan dalam bentuk uang sesuai dengan takaran yang berlaku. Seperti 1,5 kilogram makanan pokok per hari dikonversi menjadi rupiah. Cara membayar bisa juga dengan memberikan nominal uang yang sebanding dengan harga kurma atau anggur seberat 3,25 kg untuk per hari puasa yang ditinggalkan, selebihnya mengikuti kelipatan puasanya.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua BAZNAS Nomor 7 Tahun 2023 tentang Zakat Fitrah dan Fidyah untuk wilayah Ibukota DKI Jakarta Raya dan Sekitarnya, ditetapkan bahwa besaran fidyah dalam bentuk uang adalah Rp 60.000 per hari per jiwa.

Berikut tata cara membayar fidyah puasa dalam bentuk uang secara online melalui laman BAZNAS:

  1. Buka https://baznas.go.id/bayarzakat
  2. Pilih jenis dana dengan “Fidyah
  3. Pilih jumlah jiwa yang membayar fidyah
  4. Masukan nominal fidyah (otomatis)
  5. Isi data diri (nama lengkap, nomor handphone, email)
  6. Klik “Pilih Pembayaran” dan pilih metode pembayaran
  7. Lakukan pembayaran fidyah sesuai metode yang dipilih
  8. Jika pembayaran berhasil, maka proses bayar fidyah selesai.

Sebagai informasi, berikut ini bacaan niat bayar fidyah puasa untuk diri sendiri seperti dikutip dari laman BAZNAS:

Niat bayar fidyah puasaNiat bayar fidyah puasa (Foto: Situs BAZNAS)

Latin: “Nawaitu an ukhrija fidyatal murdhi’I Fardhaa Syar a’ lillaita’ala”
Artinya: “Saya niat membayar fidyah karena “hamil/sakit” lillahi ta’ala”.

(wia/jbr)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *