Jakarta

Apa itu Filateli? Filateli adalah kegiatan mengumpulkan atau mengkoleksi prangko dan benda-benda pos lainnya. Setiap tanggal 29 Maret diperingati sebagai Hari Filateli Indonesia atau Hari Filateli Nasional.

Tujuan Hari Filateli Indonesia adalah memperingati perkembangan prangko dari masa ke masa. Simak serba-serbi tentang Hari Filateli Indonesia berikut ini.

Pengertian Filateli

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), filateli adalah koleksi dan penyelidikan tentang prangko dan meterai; pengumpulan prangko. Orang yang mengumpulkan dan mengkoleksi prangko disebut filatelis.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Filateli merupakan kegiatan mengumpulkan, merawat, mempelajari, serta mensosialisasikan prangko dan benda pos lainnya yang dapat dilakukan melalui sistem pembinaan yang terencana, pameran, workshop, lokakarya, penyuluhan, dan berbagai lomba filateli di tingkat nasional maupun internasional. Tujuannya untuk memberikan informasi serta edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda Indonesia.

Dilansir situs Kota Bogor, kata filateli (dahulu ditulis philateli) berasal dari bahasa Yunani yaitu philos dan ateleia. Philos artinya teman, sedangkan ateleia artinya bebas bea.

Secara harfiah, filateli artinya membebaskan teman atau kawan dari bea pos. Perwujudan dari pembebasan bea pos itu adalah berupa prangko yang telah dibayarkan oleh si pengirim dan melekatkannya pada sampul surat sebagai bukti pembayaran.

Pameran prangko di Museum Kota Bandung, dalam pameran ini juga terdapat duplikat prangko termahal di dunia.Pameran prangko di Museum Kota Bandung, dalam pameran ini juga terdapat duplikat prangko termahal di dunia. (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)

Hari Filateli di Indonesia berawal dari para kolektor prangko yang berkumpul di Batavia (Jakarta) pada 29 Maret 1922. Mereka mendirikan klub filateli dengan nama “Postzegelverzamelaars Club Batavia”.

Organisasi ini terus berkembang hingga pada 15 Agustus 1940 di Jakarta, berbagai aspirasi lokal dari beberapa wilayah di Indonesia mencetuskan organisasi yang sama. Organisasi tersebut bernama “Nederlandsch indische vereeniging van postzegel verzamelaars” yang diharapkan dapat menjadi wadah dan menjadi gerakan yang terstruktur secara nasional.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, perkumpulan tersebut berganti nama menjadi “algemene Vereeniging Voor Philatelisten in Indonesia”. Kemudian, pada tahun 1953, berubah lagi menjadi Perkumpulan Umum Philateli Indonesia (PUPI). Organisasi tersebut mengalami pergantian nama sebanyak dua kali, seperti Perkumpulan Philatelis Indonesia (PPI) pada tahun 1965, dan menjadi Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) sejak 1985 hingga kini.

Hari Filateli Indonesia diresmikan oleh komunitas penggemar prangko yang tergabung dalam Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI). Peresmiannya dilakukan pada FIAP EXCO Meeting di Yogyakarta, yaitu sebuah pertemuan tingkat tinggi dari federasi organisasi filatelis se-Asia Pasifik.

Hari Filateli Nasional atau Hari Filateli Indonesia 29 Maret ditetapkan pertama kali pada tahun 2006 yang ditandai dengan penerbitan prangko seri Hari Filateli.

(kny/jbr)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *