Jakarta

Israel terus melancarkan serangan ke Gaza seiring adanya resolusi Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait gencatan senjata di Palestina. Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, meminta dunia untuk bergerak menghentikan Israel.

“Dunia harus bergerak untuk menghentikannya dengan senjata kalau tidak warga Gaza akan musnah,” kata Dadang kepada wartawan, Kamis (28/3/2024).

Dadang mengatakan apa yang dilakukan Israel selama ini ke Gaza sudah jauh dari peri kemanusiaan. Sehingga butuh tindakan nyata untuk menyetop Israel.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Israel tidak bisa dihentikan dengan kata-kata tetapi harus dengan tindakan,” sambung Dadang.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan hal serupa. Menurutnya, aksi Israel bertentangan dengan resolusi DK PBB.

“Resolusi itu tetap penting. Tapi, yang jauh lebih penting adalah bagaimana memaksa Israel mematuhi gencatan senjata dan menghentikan genocida rakyat Palestina. Harus ada tekanan internasional yang lebih keras agar Israel menghentikan semua bentuk kekejian yang sudah di luar batas peri kemanusiaan,” sambungnya.

Sebelumnya, DK PBB pada Senin (25/3/2024) meloloskan resolusi menuntut gencatan senjata segera di Gaza selama Ramadan. Ini merupakan pertama kalinya forum itu meloloskan resolusi semacam ini, setelah sebelumnya selalu mendapat veto Amerika Serikat.

Washington abstain dan 14 anggota dewan lainnya semuanya mendukung resolusi gencatan senjata dewan keamanan, yang diajukan oleh 10 anggota dewan terpilih yang menyuarakan rasa frustrasi mereka terhadap kebuntuan lebih dari lima bulan antara negara-negara besar.

Meski demikian Jalur Gaza bagian selatan terus dibombardir hebat oleh militer Israel pada Rabu (27/3) waktu setempat. Suara ledakan juga terdengar dan asap terlihat membubung di Kota Gaza di utara, tempat pasukan Israel menyerang rumah sakit terbesar di kota itu selama lebih dari seminggu.

Kementerian Kesehatan Hamas di Gaza mengatakan pada Rabu pagi waktu setempat bahwa 66 orang tewas dalam semalam, termasuk tiga orang yang tewas dalam serangan udara Israel di Rafah dan sekitarnya.

Pertempuran terus berlanjut bahkan setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi pertamanya yang menyerukan “gencatan senjata segera” dan mendesak pembebasan sekitar 130 sandera, yang menurut Israel masih berada di Gaza, termasuk 34 tawanan yang diperkirakan tewas.

(isa/idn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *