Jakarta

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menyesalkan mahasiswa korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermodus magang Ferienjob di Jerman. Menurutnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kecolongan.

“Betul-betul saya kira Kemendikbud kecolongan dengan model pemagangan semacam ini,” ujar Huda kepada wartawan, Kamis (28/3/2024).

Ia meminta masalah ini diusut sampai tuntas. Kemendikbud, jelas Huda, harus melakukan evaluasi menyeluruh.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini termasuk lemahnya pengawasan yang dilakukan Kemendikbud terlebih melibatkan 33 kampus dan meliputi hampir 1000 mahasiswa jadi pengawasannya lemah ini yang akhirnya menjebol sistem magang Kampus Merdeka,” kata Huda.

Sistem supervisi dan pengawasan, tambah Huda, harus diperketat. Ia meminta Kemendikbudristek menyelesaikan permasalahan ini.

“Kita minta Kemendikbud tidak lepas tangan harus mengentaskan ini sampai selesai dan kita apresiasi sebenarnya langkah cepat yang dilakukan oleh pihak Polri,” lanjutnya.

Bareskrim Polri sebelumnya mengungkap TPPO dengan modus mengirim mahasiswa magang ke Jerman melalui program Ferienjob. Program itu melibatkan 33 universitas di Indonesia dan sudah memberangkatkan 1.047 mahasiswa.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan bahwa saat ini seluruh korban mahasiswa ada di Indonesia. Sebab, kata dia, program itu rampung pada akhir tahun lalu.

“Saat ini seluruh korban perlu diketahui sudah ada di Indonesia, karena memang kontrak program magang ini telah habis pada Desember 2023,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (23/3).

(isa/idn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *