Jakarta

Proyek pengerjaan polder di sekitar Jl Nangka Raya, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menuai sorotan. Kini, warga berharap Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan meninjau langsung proyek yang mengakibatkan banjir di sekitar jalur pembangunan tersebut.

Salah seorang warga kompleks Tanjung Mas Raya, Tanjung Barat, menyesalkan proyek ini belum selesai juga. Bahkan, banjir masih terus melanda meski polder Tanjung Barat dibuat.

“Harus ada evaluasi teknis yang menyeluruh, apa penyebabnya?,” ucap salah seorang warga Tanjung Mas Raya, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (30/3/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang tidak bersedia disebutkan namanya demi alasan keamanan ini menyebut warga telah sering mengeluh namun tak ada tanggapan apapun dari pihak terkait.

“Keluhan warga sudah sering disampaikan juga kepada proyeknya tetapi tidak ada tanggapan,” ujarnya.

“Ya kita terpaksa tidak boleh lelah dan tetap berharap ada tambahan perbaikan untuk mengatasi masalah ini,” tambahnya.

Ia lalu meminta Kepala Sudin SDA untuk langsung meninjau langsung proyek yang molor dari tenggat waktu yang telah ditentukan itu dan bertatap muka langsung dengan terdampak banjir imbas dari tak kunjung usainya polder Tanjung Barat.

“Alangkah baiknya apabila Kepala Sudin SDA ini meninjau langsung ke lapangan dan bertatap muka dengan Lurah dan Ketua RW/RT terdampak,” tutupnya.

Warga mengeluhkan banjir lebih parah sejak adanya proyek polder ini. Diketahui, proyek polder di Jl Nangka Raya merupakan rangkaian dari upaya meningkatkan kapasitas saluran dan membuat konstruksi pintu air untuk mengatur aliran debit air oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI. Proyek itu mulanya direncanakan rampung pada akhir tahun 2023.

Namun tenggat itu terlewati. Pada 22 Maret lalu, Plt Sekretaris Dinas SDA DKI, Hendri, mengatakan pekerjaan di sini bakal selesai pada April 2024 alias bulan depan.

(dnu/dnu)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *