Jakarta

Penyelesaian pembangunan polder di sekitar Jl Nangka Raya (Tanjung Barat), Jagakarsa, Jakarta Selatan, molor dari target Desember 2023. Warga sekitar kena dampak, tak hanya dapat banjir dan macet tapi juga dagangan tekor.

Arofah (29), penjual Soto daging yang harus rela menutup warungnya setengah tahun lamanya sebab adanya proyek pengerjaan polder Tanjung Barat. Akibatnya, pemasukannya yang didapat pun hanya setengah dari biasanya.

“Setengah tahun warung udah tutup aja udah berkurang banget (pemasukan). Setengah tahun kan kemarin pas proyek kemarin yang polder katanya kan Desember cuma kan ngaret ke Maret. Jadi setengah tahun ditutup itu kerasa banget setengahnya pemasukan,” ucap Arofah ditemui di Jl Nangka Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (30/3/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim hujan ini, lingkungan menjadi rentan genangan. Polder yang sedianya dibangun untuk menanggulangi banjir itu belum selesai dibangun. Banjir datang.

“Iya kemarin banjir dari azan ashar sampai surutnya mau magrib. Banjir sampai jam 17.00 WIB itu masih banjir,” katanya.

Banjir itu pun menggenangi warungnya yang berada tepat di pinggir jalan. “(Banjir) Tinggi masuk ke dalam soalnya kan ini kiriman dari kali langsung ke sini jadi nggak surut-surut. Biasanya sih ini cepat surut tapi ini kena dikirim dari kali itu jadi nggak surut-surut sampai habis magrib,” ujarnya.

Ia lalu bercerita bagaimana banjir melanda saat jam ramai pelanggan tiba. Arofah yang biasanya sudah melayani pelanggan sejak sore hari untuk menu berbuka puasa kini baru dapat pelanggan setelah azan magrib berkumandang.

“Iya pas jam ramai itu. Ngefek banget kita nggak kebagian lah baru ada yang beli itu pas habis magribhan. Biasanya ashar itu udah jam ramai udah ribet, karena banjir kemarin jadinya abis magrib baru mulai ngelayanin,” katanya.

Lalin Pasar Rebo mengarah ke Tanjung Barat terpantau tersendat. Lalin padat karena ada proyek polder di Jalan TB Simatupang.Lalin Pasar Rebo mengarah ke Tanjung Barat terpantau tersendat. Lalin padat karena ada proyek polder di Jalan TB Simatupang. Foto: Andhika Prasetia

Akibat banjir itu, dagangannya pun masih tersisa banyak. Arofah yang terbiasa membuka warungnya di sore hari kini harus buka sedari pagi agar dapat menghabiskan stok dagangan yang kemarin tak laku terjual.

“Enggaklah sisa banyak. Makanya ini pagi-pagi udah buka buat ngabisin takutnya sore hujan lagi, banjir lagi,” ucapnya.

“Jadi udah jaga-jaga biasanya abis ashar buka tapi sekarang dari pagi udah buka karena takut kayak kemarin lagi,” tutupnya.

(dnu/dnu)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *