Jakarta

Pusat perbelanjaan di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang ramai diserbu konsumen jelang lebaran. Diantaranya berasal dari luar wilayah Jakarta.

Saepul (44) misalnya, dia tinggal di Tangerang sengaja ke JPM Tanah Abang untuk belanja baju baru. Dia datang bersama istri dan anaknya.

Bagi Saepul, belanja di JPM Tanah Abang adalah opsi yang paling mudah dan murah. Bapak dua anak itu berangkat menggunakan KRL dari Tangerang lalu turun di Stasiun Tanah Abang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Di sini harga barangnya terjangkau, tapi bagus-bagus. Terus enaknya kita dari Tangerang tinggal pakai KRL ke sini, nggak perlu ongkos-ongkos ke mana-mana lagi. Kalau mau pulang tinggal masuk lagi ke stasiun. Ini kan gabung ya, sama Stasiun Tanah Abang,” ujar Saepul saat ditemui detikcom di JPM, Minggu (31/3/2024).

Suasana jembatan penyeberangan multifungsi (JPM) Tanah Abang, Jakarta Pusat.Suasana jembatan penyeberangan multifungsi (JPM) Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Taufiq/detikcom

Saepul mengakui belanjaan yang dibelinya adalah baju baru untuk lebaran. Nantinya baju itu akan dibawa mudik ke kampung halamannya di Lampung.

“Kami memang belanja banyak. Karena mau dibagikan ke keluarga besar. Kampung halaman saya Lampung. Jadi semua barang dibeli ini nanti dibawa ke sana,” ujarnya.

Saepul dan istri belanja sejumlah baju, celana dengan berbagai ukuran. Dia akan membagikan itu untuk sanak saudaranya sebagai oleh-oleh.

“Maklum di Lampung banyak saudaranya,” ucapnya.

Saepul tampak menenteng empat kresek besar untuk dibawa ke Tangerang. Hal itu rutin dilakukannya jika menjelang hari lebaran atau Idul Fitri.

“Iya sering, setiap tahun keluarga saya pasti belanja ke sini. Nanti lebaran dibawa mudik. Ini saja udah belanja kedua kalinya,” jelasnya.

Cerita lain dari Alfi, pria berusia 32 tahun itu datang sendirian dari Bogor ke JPM. Baginya belanja di JPM adalah yang pertama kali.

“Iya, ini belanja jelang lebaran. Memang rutin belanja pakaian baru kalau mau lebaran, tapi baru kali ini nyoba di JPM,” ucap Alfi.

Dia bilang harga di JPM cukup murah dibandingkan dengan tempat lain. Katanya ini jadi opsi yang bagus untuk referensi ke depannya.

“Harganya lumayan murah, ini saya dapat celana olahraga harganya cuma 70 ribu. Ini kalau di CFD bisa sampai 100an lebih,” tukasnya.

Alfi belanja beragam pakaian baru, mulai dari celana olahraga, kemeja, gamis, hingga baju koko. Semua itu akan diberikan untuk keluarganya yang tinggal di Padang.

“Ini ada gamis buat istri sama ibu. Ada baju koko buat bapak saya,” ungkapnya.

“Mudik saya ke Padang. Tapi sekarang saya tinggal di Bogor. Jadi ini bolak-balik. Saya kira enak juga sih, jadi kita naik KRL ke sini udah langsung belanja. Kalau mau pulang, tinggal masuk stasiun lagi,” katanya.

Selanjutnya Bagas, pedagang gamis di JPM mengaku kebanjiran pembeli. Peningkatan penjualan itu dimulai sejak awal Ramadan tahun ini.

“Mulai ramai itu awal puasa, biasanya sampai H-1. Nah saya juga biasanya libur h-1 lebaran. Nanti masuk lagi setelah sebulan, jadi lumayan lama nganggurnya,” ujar Bagas yang telah berjualan gamis selama 6 tahun di Jakarta.

Sejak pagi tadi, Bagas mengaku sempat kewalahan meladeni pembeli. Dia bahkan belum sempat menghitung berapa yang sudah terjual hari ini.

“Iya ini banyak banget. Apalagi mau lebaran. Ini juga lagi hari Minggu, pengunjung dari 9 tadi udah membludak,” jelasnya.

“Banyak mas, saya nggak ngitung sih. Tapi bisa dibilang nyampe 50 persen lebih lah ketambahannya,” sambung dia.

Di JPM, Bagas hanya menjual gamis dengan banderol Rp. 65 ribu. Sebelumnya Bagas bekerja sebagai penjual burjo di Sleman.

(aik/aik)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *