Jakarta

Michael Gomgom (30), driver taksi online kini resmi ditetapkan sebagai tersangka usai aksi pemerasan terhadap penumpang wanita. Michael terancam hukuman 9 tahun penjara atas perbuatannya itu.

Michael ditangkap setelah melakukan penodongan dan pemerasan terhadap penumpang wanita berinisial C. Dia ditangkap di rumah kontrakannya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Kamis (28/3).

Aksi pemerasan yang dilakukan Michael ini viral di media sosial setelah korban menceritakan peristiwa mengerikan yang dialaminya. Tersangka Michael memaksa korban menyerahkan uang Rp 100 juta.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat. Michael kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi.

Motif Driver Taksi Online Peras Korban

Polisi mengungkap motif Michael Gomgom, sopir taksi online menodong dan memeras penumpang wanita. Kepada polisi, Michael mengaku kepepet karena butuh biaya untuk menikah.

“Dari hasil pendalaman motif utama pelaku mengancam karena yang bersangkutan kepepet mau menikai pacarnya,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi dalam jumpa pers di kantornya, Senin (1/4).

Tampang Michael Gomgom, driver taksi online yang menodong dan memeras penumpang wanita di JakbarPolres Metro Jakarta Barat merilis kasus driver taksi online, Michael Gomgom yang memeras penumpang wanita. (Devi Puspitasari/detikcom)

Syahduddi mengatakan tersangka Michael dan pacarnya itu akan menikah pada April 2024. Namun, dia belum punya modal untuk menikah sehingga nekat memeras korban yang merupakan penumpangnya.

“Jadi ketika di bulan April yang bersangkutan akan menikah dan belum ada biaya untuk menikah akhirnya yang bersangkutan melakukan tindakan tersebut,” katanya.

Driver Taksi Online Terancam 9 Tahun Bui

Syahhduddi mengatakan terhadap tersangka Michael, pihaknya menjeratnya dengan pasal berlapis. Tersangka terancam hukuman penjara 9 tahun atas pemerasan disertai ancaman tersebut.

“Terhadap Pelaku dijerat dengan Pasal 368 KUHP ancaman 9 tahun penjara, dan Pasal 365 KUHP juga ancaman 9 tahun penjara, serta Pasal 335 ayat 1 KUHP dengan ancaman 1 tahun penjara,” kata Syahduddi.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya…..



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *