Jakarta

Salah satu perayaan global yang dirayakan setiap tahun adalah April Mop atau April Fools Day. Adapun April Mop atau April Fools Day jatuh pada tanggal 1 April.

Lalu, apa yang dimaksud April Mop? Bagaimana asal-usul April Mop setiap 1 April? Simak penjelasan di bawah ini.

Dilansir situs History, April Fools Day atau April Mop yang jatuh pada tanggal 1 April setiap tahun telah dirayakan selama beberapa abad oleh berbagai budaya. Tradisi Hari April Mop termasuk melontarkan hoax atau lelucon praktis kepada orang lain, sering kali meneriakkan “April Mop!” di bagian akhir untuk petunjuk tentang topik lelucon Hari April Mop.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, sasaran pelaku tidak bisa marah karena hari tersebut merupakan momentum April Mop. April Fools Day di beberapa negara dirayakan dengan melakukan hal-hal sebagai berikut.

1. Prancis

April Mop atau April Fools Day di Prancis dirayakan dengan menempelkan ikan kertas di punggung mereka yang disebut sebagai “poisson d’avril” (ikan April), untuk melambangkan ikan yang mudah ditangkap dan orang yang mudah tertipu. Anak-anak Prancis biasa menyematkan ikan kertas ke punggung teman yang tidak menaruh curiga.

2. Skotlandia

April Fools Day di Skotlandia disebut juga Hari Gowkie. Sebutan itu berasal dari istilah gowk atau cuckoo sebagai simbol orang-orang bodoh. Perayaan April Mop di Skotlandia dilakukan selama dua hari.

Acara dimulai dengan hunting “the gowk”, di mana orang- orang akan diminta untuk melakukan perintah palsu. Di hari berikutnya, yang disebut Tailie Day, dilakukan lelucon pada bagian bokong orang lain, misalnya dengan menjepitkan ekor palsu atau menempelkan tulisan “tendang saya” pada mereka.

Tidak diketahui secara pasti tentang asal perayaan April Fools Day. Ada beberapa versi terkait asal-usul April Mop setiap 1 April. Menurut situs Britannica, April Mop menyerupai festival Hilaria yang diadakan pada tanggal 25 Maret dan perayaan Holi di India yang berakhir pada 31 Maret.

Festival Hilaria dirayakan di Roma kuno oleh pengikut kultus Cybele. Dalam festival itu, orang-orang akan melakukan penyamaran dan mengejek sesama warga hingga para hakim. Festival itu terinspirasi oleh legenda Mesir Isis, Osiris dan Seth.

Adapun menurut situs History, salah satu sejarawan mengatakan April Mop berawal dari tahun 1582. Saat itu, Prancis tidak lagi menggunakan kalender Julian dan beralih ke Kalender Gregorian. Kalender tersebut memiliki perbedaan soal awal tahun baru.

Dalam Kalender Julian, awal tahun baru dimulai dengan ekuinoks musim semi sekitar 1 April. Sementara itu, dalam kalender Gregorian, awal tahun baru dimulai pada 1 Januari.

Orang-orang yang terlambat mengetahui perubahan kalender ini tidak sadar bahwa awal tahun baru telah pindah ke 1 Januari. Mereka pun terus merayakan tahun baru pada minggu terakhir bulan Maret hingga 1 April.

Tindakan mereka itu dijadikan bahan lelucon dan hoaks sehingga dijuluki “April Bodoh”. Ejekan karena terlambat mengetahui perubahan awal tahun baru juga dilakukan dengan melakukan lelucon-lelucon lainnya, termasuk menempelkan ikan kertas di punggung mereka yang disebut sebagai “poisson d’avril” (ikan April), untuk melambangkan ikan yang mudah ditangkap dan orang yang mudah tertipu.

(kny/idn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *