Jakarta

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong generasi muda untuk terus beradaptasi dan berkreasi di tengah perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin pesat.

Bamsoet mengatakan perkembangan AI yang terus berproses tidak hanya mengubah mekanisme dalam proses produksi, rantai pasok hingga bisnis dan perdagangan. Tetapi, juga terus mengubah kebutuhan dunia kerja dan keterampilan kerja.

“Saat ini kita sudah berada dalam era teknologi digital, dan dunia kerja pun sudah mengandalkan teknologi kecerdasan. Tidak aneh bila nantinya banyak pekerjaan dan keterampilan manual di masa lalu tidak terpakai lagi. Karenanya, generasi muda harus mampu beradaptasi dengan menguasai teknologi digital agar mampu bersaing di dunia kerja,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (1/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan usai menerima Pengurus Asosiasi Big Data & AI (ABDI) serta Perwakilan Huawei Indonesia, di Jakarta, Senin (1/4/24).

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan konsekuensi logis dari progres berkelanjutan teknologi AI merupakan tuntutan bagi seluruh generasi muda untuk beradaptasi dan belajar mengikuti perkembangan.

Bamsoet pun menegaskan AI diyakini tidak akan pernah mampu mengungguli keunggulan komparatif manusia. Meski demikian, peran signifikan AI semakin tidak terhindarkan demi efisiensi, akurasi dan kecepatan memenuhi permintaan pasar atau konsumen.

“Para generasi muda jangan ragu untuk bertransformasi. Jika tidak segera beradaptasi dengan progres AI, para generasi muda akan sukar untuk masuk dunia kerja di masa depan. Sebab, cepat atau lambat, tata kelola pemerintahan dan perusahaan harus mengadopsi kecerdasan buatan karena tuntutan perubahan zaman,” papar Bamsoet.

Oleh sebab itu, Bamsoet mendorong pemerintah untuk berkolaborasi dengan semua institusi pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Menurutnya, hal ini penting guna memfasilitasi generasi muda agar dapat mendalami serta menguasai teknologi kecerdasan. Terlebih, Indonesia saat ini sedang menyongsong bonus demografi di tahun 2045.

Selain itu, rumusan tentang Visi Indonesia Emas 2045 telah menerapkan fokus pembangunan nasional pada empat pilar. Hal ini meliputi, pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan.

“Salah satu agenda penting dari pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberi ruang seluas-luasnya kepada generasi muda untuk bertransformasi sejalan dengan progres AI. Sehingga, nantinya para generasi muda Indonesia mempunyai kompetensi merespons dinamika zaman seiring perkembangan teknologi digital yang tidak terbendung,” pungkas Bamsoet.

Diketahui, turut hadir, antara lain Ketua Asosiasi Big Data & AI (ABDI) Rudi Rusdiah, PR ABDI Angela Shirley, Ketua Bidang Teknis & Cyber ABDI FX Winarto, Director of Government Affair Huawei Indonesia Yenty Joman dan PR Manager Huawei Indonesia Niko Setiawan.

(akn/ega)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *