Jakarta

Fenomena konvoi motor di jalanan selama Ramadan marak terjadi. Para pelaku berkonvoi dengan dalih membagikan takjil padahal mau tawuran.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Puluhan remaja berkonvoi berkedok bagi-bagi takjil ternyata hendak mencari lawan tawuran.

Peristiwa tersebut terekam video amatir dan viral di media sosial. Konvoi rombongan pemotor itu menyalakan petasan hingga mengganggu arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, pada Minggu, 31 Maret 2024 jelang waktu berbuka puasa.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenomena SOTR Kini Jadi Buka on the Road

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menyoroti fenomena konvoi bermotor yang belakangan ini marak terjadi. Menurutnya, saat ini fenomena tawuran yang tadinya berkedok sahur on the road (SOTR) kini berubah menjadi buka on the road.

“Kemudian upaya-upaya kami juga untuk membuat Jakarta lebih aman, fenomena tawuran sahur on the road sudah bisa kita tekan, berubah menjadi buka on the road,” kata Irjen Karyoto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/4).

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto (Fardan/detikcom)Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto (Fardan/detikcom)

Karyoto mengatakan pihaknya akan membuat patroli sedang untuk mencegah aksi konvoi, pawai, hingga tawuran pada buka on the road. Dia mengatakan upaya pencegahan itu merupakan tugas bersama aparat keamanan.

“Di sahur udah bisa kita tekan tapi menjelang buka, ini kami akan upayakan patroli skala sedang untuk mengetahui secara langsung on the spot dan kalau bisa mengamankan mereka dan mereka betul-betul punya niat untuk tawuran akan kami tindak tegas,” imbuhnya.

Karyoto mengatakan pihaknya akan menindak tegas para pelaku tawuran. Polisi akan menjerat para pelaku dengan pasal pengeroyokan atau perusakan.

“Yang pertama kami akan buat laporan polisi sebagai dasar dia melakukan sebuah pelanggaran, mengeroyok bareng atau merusak dengan Pasal 170 maupun Pasal 406,” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar mencabut bantuan terhadap pelajar pelaku tawuran. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera.

“Kami juga akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI untuk bisa memberikan tindakan tegas untuk menghentikan bantuan bantuan kepada yang bersangkutan. Ini mudah-mudahan didengar oleh adik-adik kita. Orang-orang tua kita sehingga pengawasannya betul-betul lebih melekat kepada anak-anaknya. Apalagi kalau betul-betul pidana sudah pasti catatan kepolisian akan tidak memberikan rekomendasi yang baik,” ujarnya.

Baca di halaman selanjutnya: konvoi berkedok bagi-bagi takjil di Sudirman dan Senen



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *