Jakarta

Kabupaten Pandeglang berada di wilayah ujung barat Pulau Jawa. Pandeglang dikenal dengan sebutan “Kota Badak”. Hal itu karena di Pandeglang terdapat habitat satwa endemik yang dilindungi Badak Jawa, yang berada di taman nasional ujung kulon (TNUK).

Pada 4 Oktober 2000, Banten melepaskan diri dari Jawa Barat dan secara resmi menjadi provinsi. Pandeglang kemudian masuk kedalam Provinsi Banten bersama dengan Kabupaten Lebak, Kota Serang (Ibu kota Banten), Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Tangerang.

Kini Pandeglang sudah memasuki usia 150 tahun. Pemkab Pandeglang selalu merayakan setiap tanggal 1 April sebagai hari ulang tahun Pandeglang. Beberapa orang mempercayai bahwa Pandeglang berdiri menjadi kabupaten pada tanggal 1 April 1874.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sumber di dalam buku “Dalam Dekapan Pandeglang” catatan kecil tentang Pandeglang, yang ditulis oleh Bambang Eka Purnomo mengungkapkan ada kerancuan mengenai penetapan HUT atau hari jadi Pandeglang. Di dalam buku itu dijelaskan Bupati Pandeglang pertama ialah R.T. Aria Tjondronegoro Djayanegara. Aria menjabat sebagai Bupati selama satu tahun dari 1848 – 1849. Kemudian bupati selanjutnya, Raden Adipati Aria Natadiningrat 1849 – 1866.

Secara kesimpulan sederhana, pada tahun 1848 Pandeglang sudah menjadi kabupaten. Hal itu dibuktikan dengan Aria Tjondronegoro yang menjabat sebagai Bupati Pandeglang. Setiap tahun, dalam rapat paripurna HUT Pandeglang, Aria Tjondronegoro selalu disebut sebagai Bupati pertama Pandeglang.

Buku itu secara rinci menjelaskan mengenai daftar Bupati pertama sampai dengan sekarang, yang dijabat oleh Irna Narulita Dimyati dan Tanto Warsono Arban. Dalam buku tersebut juga diungkapkan Dimyati Natakusumah, suami Irna yang menjabat Bupati pada tahun 2000-2009. Dimyati menggantikan Yitno sebagai Bupati sebelumnya yang menjabat dari tahun 1995 sampai 2000.

Ada kutipan menarik yang disampaikan Bambang. Ia mengajak semua pihak untuk bicara kembali mengenai penetapan hari ulang tahun (HUT) Pandeglang. Ia menyimpulkan bahwa ada hal yang perlu dibaca ulang soal sejarah dalam penetapan HUT Pandeglang yang sudah telanjur dirayakan sampai sekarang.

“Hal lain yang juga ingin penulis sampaikan adalah berkenaan dengan penetapan 1 April 1874 sebagai titimangsa diperingatinya hari jadi kabupaten Pandeglang. Berkaitan dengan hal ini, kirannya dapat dilakukan penelusuran dan pembacaan kembali terhadap semua sumber informasi, dan data yang menjadi rujukan dalam menetapkan hari jadi Kabupaten Pandeglang,” tulis Bambang yang juga mantan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pandeglang.

Ilustrasi Kota Pandeglang (Aris Rivaldo/detikcom)Cagar Budaya Menara Air Pandeglang (Aris Rivaldo/detikcom)

Jika mengacu pada catatan sejarah yang ditulis oleh Bambang, dari tahun 1848-1874 tercatat telah terjadi penggantian Bupati sebanyak tiga kali. Artinya, dalam catatan sejarah apabila HUT Pandeglang pada tahun 1874 seharusnya Bupati Pandeglang pertama ialah Adipati Suta Diningrat. Adipati Suta Diningrat menjabat sebagai Bupati Pandeglang dari tahun 1874-1889.

Bambang menjelaskan berdasarkan hasil tim penelitian sejarah yang dibentuk melalui surat keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Pandeglang tanggal 26 September 1978 nomor 111/Ks 115/SK/1978, berkesimpulan bahwa tanggal 1 April 1874 merupakan hari jadi Kabupaten Pandeglang. Namun menurutnya, Staatsblad Van Nederlandsch Indie nomor 73 tahun 1874 tersebut tidak berbicara tentang perintah penetapan hari jadi. Dalam bukunya, ia menegaskan Staatsblad nomor 73 tahun 1874 berbicara mengenai reorganisasi atau pengorganisasian kembali pemerintahan daerah di Pulau Jawa dan Madura.

Reorganisasi itu juga dilakukan oleh Kabupaten lainnya yang berbeda di wilayah Karesidenan Banten, seperti Kabupaten Serang, Kabupaten Anyer (Sekarang masuk Kabupaten Serang), Kabupaten Lebak dan Kabupaten Caringin (Sekarang masuk ke Kabupaten Pandeglang).

“Perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda agar seluruh kabupaten di Pulau Jawa dan Madura membagi wilayahnya dalam distrik dan onderdistrik sebagaimana lampiran Staatsblad tersebut. Perintah itu harus sudah dilaksanakan pada tanggal 1 April 1874,” tulis Bambang.

Simak Video “Terungkap Motif Pembunuhan Wanita Pemilik Toko di Pandeglang
[Gambas:Video 20detik]

(dnu/dnu)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *