Jakarta

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Helena Lim sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022. Helena juga diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Kuntadi, menyebut pihaknya turut menelusuri potensi adanya TPPU dalam setiap perkara tindak pidana korupsi yang tengah ditangani. Termasuk terhadap Harvey Moeis yang merupakan tersangka baru dalam kasus itu.

“Sebagaimana telah kita sampaikan bahwa dalam setiap penanganan perkara tindak pidana korupsi kami selalu menelusuri juga potensi adanya TPPU. Sehingga itu sudah menjadi protap (prosedur tetap) kami, TPPU sudah kita lakukan, bahkan Helena Lim sudah kita sangkakan dalam TPPU. Tidak tertutup kemungkinan terhadap HM,” kata Kuntadi dalam jumpa pers di kantornya, Senin (1/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati begitu, Kuntadi masih belum menjelaskan lebih detail mengenai sangkaan pasal TPPU terhadap Helena.

Sebagai informasi, penetapan tersangka terhadap Helena Lim diumumkan pada Selasa, 26 Maret 2024 dalam konferensi pers di Kejaksaan Agung. Helena pada saat itu langsung ditahan.

“Tim penyidik tindak pidana khusus dalam perkara tindak pidana tata niaga timah di wilayah IUP PT Timah telah memeriksa 3 orang saksi di mana salah satu dari 3 orang saksi tersebut yaitu Saudari HLN selaku manajer PT QSE. Berdasarkan alat bukti yang telah ditemukan dan setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif penyidik menyimpulkan telah cukup alat bukti untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Kuntadi.

Kejagung juga telah menggeledah rumah Helena Lim. Ada sekitar uang Rp 10 miliar yang disita dari penggeledahan.

Selain itu, Kejagung juga menemukan SGD 2 juta yang jika dikonversikan setara dengan Rp 23.310.784.676 (Rp 23,3 miliar). Dalam penggeledahannya, Kejagung juga menggeledah kantor PT QSE dan PT SD.

Helena kini tengah ditahan selama 20 hari di Rutan Kejagung cabang Salemba. Terhadap Helena dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 KUHP.

(ond/dnu)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *