Jakarta

Seorang wanita berinisial C ditodong dan diperas driver saat menggunakan taksi online. Korban ditodong ponsel dan dipaksa memberikan Rp 100 juta kepada pelaku.

Peristiwa ini dialami oleh C pada Senin (24/3) malam lalu. Korban membagikan pengalaman buruknya itu di akun Instagramnya hingga akhirnya viral di media sosial.

Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dipimpin Kasat Reskrim AKBP Andri Kurniawan kemudian menyelidiki kejadian viral tersebut. Pelaku bernama Michael Gomgom (30) akhirnya ditangkap di Cempaka Putih, Jakarta Barat pada Kamis (28/3) malam.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi menjelaskan awalnya korban memesan taksi online di sebuah mal di Tanjung Duren, Jakbar. Korban kemudian dijemput tersangka Michael dengan tujuan pulang ke apartemen di Kembangan, Jakbar.

Korban Curiga Mobil Masuk ke Tol

Keluar dari mal di wilayah Tanjung Duren, Michael masuk ke arah Jalan Arjuna. Ketika mendekati wilayah Kembangan, Michael malah mengarahkan kendaraannya masuk ke tol arah Tangerang hingga korban merasa curiga.

“Kemudian korban merasa curiga dan menanyakan ‘Kenapa dimasukkan ke dalam tol? Kemudian pelaku menjawab yang bersangkutan hanya mengikuti sesuai dengan peta digital yang ada di handphone-nya,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi dalam jumpa pers di kantornya, Senin (1/4/2024).

Tampang Michael Gomgom, driver taksi online yang menodong dan memeras penumpang wanita di JakbarPolres Metro Jakarta Barat merilis kasus pemerasan driver taksi online kepada penumpang perempuan. (Devi Puspitasari/detikcom)

Pelaku Tak Tekan Tombol ‘Pick Up’

Karena curiga, korban mengecek ponsel Michael dan melihat jarak tempat tinggal korban sudah menjauh dari tujuan. Korban pun secara tidak sengaja melihat bahwa Michael belum menekan tombol ‘Pick Up’.

“Ternyata pelaku ataupun driver ini belum menekan tombol pick up penumpang. Sehingga korban semakin curiga dan berupaya untuk kembali ke sesuai dengan alamat tujuan,” ujarnya.

Korban Disuruh Transfer Rp 100 juta

Michael kemudian menyodorkan ponselnya ke korban dan memaksa korban untuk transfer uang sejumlah Rp 100 juta. Sontak, korban pun kaget.

“Karena kaget, korban juga menanyakan ‘Ini uang untuk apa?’ Pokoknya ditransfer ke rekening ini sejumlah Rp 100 juta. Kemudian korban menyampaikan bahwa yang bersangkutan tidak punya uang sejumlah itu ‘Kalau Rp 500 ribu ada tapi kalau 100 juta tidak ada,” ujarnya.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya…..



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *