Jakarta

Atas berbagai pertimbangan, kadang sepasang calon menikah secara siri atau di bawah tangan secara agama. Lalu, bagaimana bila belakangan dibutuhkan bukti pernikahan yang sah di mata negara? Apakah masih bisa dilakukan?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca sebagai berikut:

Pagi detik’s Advocate
Perkenalkan saya Mawar (bukan nama sebenarnya ya)
Ayah dan ibu saya menikah secara siri 20 tahun lalu. Saat pernikahan, hanya dilakukan secara rukun agama Islam dan tidak dilanjutkan ke KUA.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu masih bisakah pernikahan 20 tahun lalu itu kini diproses sehingga menjadi sah di mata negara?

Terima kasih

JAWABAN:

Terima kasih pertanyaan Mawar atas pertanyaan kepada kami. Berikut poin yang bisa kami jawab.

Orang tua Anda bisa melakukan permohonan Itsbat Nikah ke Pengadilan Agama sebagaimana domisili orang tua anda. Itsbat Nikah adalah permohonan pengesahan nikah yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sahnya pernikahan dan memiliki kekuatan hukum.

Siapa Yang Bisa Mengajukan Itsbat Nikah?

Yang bisa mengajukan permohonan Itsbat Nikah adalah:

1. Suami
2. Istri
3. Anak
4. Orang tua/Wali Nikah.

Catatan:

Bagi suami istri yang masih hidup, maka keduanya harus menjadi pihak yang mengajukan permohonan.
Bagi pasangan yang salah satunya meninggal dunia, pihak yang masih hidup yang mengajukan permohonan.
Ketidakhadiran pihak Tergugat/Termohon dalam perkara itsbat nikah untuk perceraian tidak mempengaruhi penyelesaian perkara.

LANGKAH HUKUM

Langkah 1. Datang dan Mendaftar ke Kantor Pengadilan Setempat.

Mendatangi Kantor Pengadilan Agama di wilayah tempat tinggal anda.
Membuat surat permohonan itsbat nikah. Surat permohonan dapat dibuat sendiri. Apabila anda tidak bisa membuat surat permohonan, anda dapat meminta bantuan kepada Pos Bakum (Pos Bantuan Hukum) yang ada pada pengadilan setempat secara cuma-cuma.

Langkah 2. Membayar Panjar Biaya Perkara

Membayar panjar biaya perkara. Apabila anda tidak mampu membayar panjar biaya perkara, anda dapat mengajukan permohonan untuk beperkara secara cuma-cuma (Prodeo). Rincian informasi tentang Prodeo dapat dilihat di Panduan Prodeo.

Langkah 3. Menunggu Panggilan Sidang dari Pengadilan

Pengadilan akan mengirim Surat Panggilan yang berisi tentang tanggal dan tempat sidang kepada Pemohon dan Termohon secara langsung ke alamat yang tertera dalam surat permohonan.

Langkah 4. Menghadiri Persidangan

Datang ke Pengadilan sesuai dengan tanggal dan waktu yang tertera dalam surat panggilan. Upayakan untuk datang tepat waktu dan jangan terlambat. Jangan lupa bawa serta dokumen-dokumen kependudukan terkait.

Langkah 5. Putusan/Penetapan Pengadilan

Jika permohonan anda dikabulkan, Pengadilan akan mengeluarkan putusan/ penetapan itsbat nikah.
Salinan putusan/penetapan itsbat nikah akan siap diambil dalam jangka waktu setelah 14 hari dari sidang terakhir. Setelah mendapatkan salinan putusan/penetapan tersebut, anda bisa meminta KUA setempat untuk mencatatkan pernikahan anda dengan menunjukkan bukti salinan putusan/penetapan pengadilan tersebut.

Demikian jawaban kami. Semoga permasalahan orang tua Anda segera bisa diselesaikan.

Tim Pengasuh detik’s Advocate

Tentang detik’s Advocate

detik’s Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum internasional, hukum waris, hukum pajak, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

detik's advocate

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email: redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Kami harap pembaca mengajukan pertanyaan dengan detail, runutan kronologi apa yang dialami. Semakin baik bila dilampirkan sejumlah alat bukti untuk mendukung permasalahan Anda.

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

(asp/HSF)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *