Jakarta

Polda Metro Jaya berkomitmen menciptakan zero incident dalam rangka menjaga keamanan wilayah DKI Jakarta selama bulan puasa. Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto mengatakan pelajar yang melakukan konvoi hendak tawuran jelang waktu berbuka akan dtindak tegas.

“Di sahur udah bisa kita tekan tapi menjelang buka, ini kami akan upayakan patroli skala sedang untuk mengetahui secara langsung on the spot dan kalau bisa mengamankan mereka dan mereka betul-betul punya niat untuk tawuran akan kami tindak tegas,” kata Irjen Karyoto kepada wartawan, Senin (1/4/2024).

Karyoto mengatakan pihaknya akan membuat laporan polisi sebagai dasar pelanggaran yang dilakukan para pelajar yang melakukan tawuran. Dia mengatakan laporan itu akan dibuat sesuai pelanggaran yang dilakukan seperti melakukan pengeroyokan maupun perusakan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Yang pertama kami akan buat laporan polisi sebagai dasar dia melakukan sebuah pelanggaran, mengkroyok bareng atau merusak dengan Pasal 170 maupun Pasal 406,” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar mencabut bantuan terhadap pelajar pelaku tawuran. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera.

“Kami juga akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI untuk bisa memberikan tindakan tegas untuk menghentikan bantuan bantuan kepada yang bersangkutan. Ini mudah-mudahan didengar oleh adik-adik kita. Orang-orang tua kita sehingga pengawasannya betul-betul lebih melekat kepada anak-anaknya. Apalagi kalau betul-betul pidana sudah pasti catatan kepolisian akan tidak memberikan rekomendasi yang baik,” ujarnya.

Konvoi Bermotor Jelang Berbuka, 49 Orang Diamankan di Jakpus

Sebelumnya, video memperlihatkan sekelompok pemotor berkonvoi sambil membawa bendera viral di media sosial. Konvoi motor ini juga menyalakan petasan hingga terlibat bentrok dengan warga.

Disebutkan peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Raya Senen, Jakarta Pusat. Para pelaku berdalih hendak membagikan takjil, namun malah mencari lawan untuk tawuran.

“Yang diamankan Remaja putra dan putri sebanyak 49 orang,” kata Wakapolsek Kemayoran AKP Suparno dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (1/4/2024).

Saat diperiksa polisi, puluhan remaja tersebut berdalih akan membagikan takjil. Pada kenyataannya, mereka berkeliling untuk mencari musuh untuk tawuran.

“Remaja putra dan putri yang sedang konvoi berdalih membagikan takjil, namun malah mencari lawan untuk tawuran dengan kelompok lain di wilayah Jakarta Utara dan diamankan di Jl Dakota Raya Kemayoran Jakarta Pusat pada Jumat (29/3),” katanya.

Mereka mengatasnamakan alumni SMP di Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan mereka telah menimbulkan ketakutan masyarakat karena menyalakan petasan. Mereka akhirnya diamankan di kawasan Kemayoran, Jakpus.

“Mereka semua ini menggunakan momen libur sekolah untuk berkumpul dengan modus berbagi takjil namun takjilnya tidak seberapa lebih kepada kumpul dan konvoi bersama sama, mereka juga mengatasnamakan rombongan mereka dengan alumni SMP di Kemayoran Jakarta Pusat,” katanya.

“Masyarakat selalu mengeluhkan dan khawatir apabila papasan di jalan raya, mereka selalu berteriak-teriak mencari lawan tawuran dan membuat onar serta membuat kemacetan di jalan raya sambil menyalakan petasan,” tambahnya.

Polisi memanggil orang tua para pelaku tersebut. Mereka dikembalikan kepada orang tuanya setelah membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Kita memanggil orang tuanya guna menjelaskan kenapa putra dan putrinya diamankan serta melihatkan senjata tajam jenis golok, petasan serta bendera yang berhasil diamankan. Kemudian beberapa remaja sudah dikembalikan kepada orang tuanya berikut kendaraanya setelah membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya supaya dibimbing dan dididik lebih baik lagi,” katanya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *