Jakarta

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyerahkan izin formasi sebanyak 40.541 calon ASN di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Formasi tersebut terdiri atas 15.462 CPNS dan 25.079 PPPK.

“Ada beberapa poin penting yang menjadi titik tekan. Pertama, formasi ini menjadi bagian dari upaya penuntasan tenaga non ASN/honorer di seluruh unit kerja Kemendikbudristek, selain tentu formasi dalam skema luas di dunia pendidikan yang juga tersebar di Pemda,” ujar Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas dalam keterangan tertulis, Senin (1/2/2024).

Adapun poin kedua, yakni pemenuhan kebutuhan SDM di lingkungan perguruan tinggi, termasuk para dosen. Anas mengungkapkan alokasi formasi untuk dosen di perguruan tinggi negeri sangat terbatas selama beberapa tahun terakhir. Hal ini disayangkan mengingat di sisi lain jumlah mahasiswa terus meningkat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tahun ini sesuai arahan Bapak Presiden, formasi untuk dosen diharapkan bisa optimal. Sudah kami diskusikan detail dengan Pak Nadiem Makarim, termasuk kami memberi saran soal beberapa teknis seleksi agar bisa menyerap jumlah formasi dosen secara optimal,” ucap Anas.

Lebih lanjut, mantan kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tersebut menuturkan poin ketiga, yaitu pemenuhan formasi untuk penempatan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Anas menyampaikan, arah kebijakan pengadaan CASN tahun 2024 berfokus pada pelayanan dasar, yakni guru dan tenaga kesehatan. Kemudian, penyelesaian seoptimal mungkin terkait permasalahan tenaga non-ASN di instansi pemerintah.

Arah kebijakan selanjutnya ialah dengan merekrut talenta-talenta baru (fresh graduate) melalui seleksi CPNS. Terakhir, mengurangi sedapat mungkin rekrutmen jabatan yang akan terdampak oleh transformasi digital.

Sementara itu, Menteri Dikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi dukungan KemenPAN-RB dalam berbagai upaya penataan manajemen SDM di sektor pendidikan.

“Terima kasih kepada Kementerian PANRB yang terus berkolaborasi bersama terkait penataan SDM,” kata Nadiem.

Nadiem secara khusus menyoroti beberapa hal, di antaranya soal penuntasan tenaga non-ASN/honorer dan pemenuhan kebutuhan formasi di perguruan tinggi negeri yang sudah sangat mendesak. Dalam 10 tahun terakhir penambahan alokasi formasi sangat terbatas, sedangkan gelombang pensiun tenaga pendidikan sangat besar dan kebutuhan terus bertambah seiring meningkatnya jumlah mahasiswa.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah pemenuhan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan Kemendikbudristek, meliputi klinik, poliklinik, rumah sakit pendidikan, serta rumah sakit gigi dan mulut di lingkungan perguruan tinggi negeri.

“Kebutuhan memang sudah cukup darurat ya kebutuhan kita untuk formasi dosen. Jadi ini akan sangat membantu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kita dan juga meningkatkan kualitas kinerja kementerian kita juga,” pungkasnya.

(akn/ega)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *