Jakarta

Keluarga besar TNI-Polri menggelar acara buka puasa bersama. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyinggung fenomena war takjil.

Awalnya, Jenderal Sigit bicara pentingnya sinergitas dan soliditas di tengah fenomena global yang saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kapolri menyinggung warga di tengah konflik saat bulan suci Ramadan.

“Banyak saudara-saudara kita yang saat ini juga mungkin di bulan suci Ramadan ini tidak bisa melaksanakan kegiatan sama dengan kita, khususnya saudara-saudara kita yang saat ini berada di Gaza yang tentunya sama-sama kita ketahui bahwa pertempuran di jalur Gaza antara Israel dan Palestina saat ini masih terus berlangsung,” kata Jenderal Sigit, dalam sambutannya di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenderal Sigit juga menyinggung perekonomian negara-negara di dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Dia mengatakan sejumlah negara maju sedang mengalami resesi. “

“Di mana nilai mata uang menjadi rendah. Harga-harga menjadi tinggi dan daya beli masyarakat menjadi turun, sehingga di beberapa negara kita lihat mulai banyak muncul orang yang berebut antre untuk mendapatkan bagian makanan karena tidak sanggup untuk membeli,” paparnya.

“Termasuk juga banyak orang-orang yang kemudian harus tinggal di luar rumah karena memang dia tidak mampu untuk menyewa apalagi memiliki rumah. Alhamdulillah itu tidak terjadi di negeri kita dan mungkin saat ini justru yang terjadi dan sering muncul di TV yang terkenal malah war takjil. Artinya rebutan belanja takjil itu artinya ekonomi masyarakat Indonesia saat ini alhamdulillah Tuhan sayang semua pada bangsa kita,” lanjut Jenderal Sigit.

Kapolri meminta agar soliditas dan sinergitas terus dipertahankan. Terlebih, saat ini Indonesia baru saja menggelar Pemilu 2024 di mana pesta demokrasi kerap melahirkan perbedaan pendapat.

“Tentunya saya ingatkan bahwa baru saja kita melaksanakan serangkaian kegiatan demokrasi yang tentunya di situ terjadi perbedaan-perbedaan pendapat yang kalau kita biarkan tentunya akan terus memunculkan polarisasi,” jelasnya.

Dia mengingatkan untuk menjadi pelopor menjaga persatuan dan kesatuan. Sehingga, meski ada perbedaan tetapi persatuan harus diutamakan.

“Kita harapkan dengan modal ini negara kita, Indonesia, terus-terus kita bisa jaga untuk bisa bertahan dalam kondisi seperti saat ini,” katanya.

(idn/dhn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *