Jakarta

Keluarga besar TNI-Polri menggelar acara buka puasa bersama. Buka puasa bersama TNI-Polri ini pertama kali lagi digelar setelah pandemi COVID-19.

Buka puasa bersama ini digelar di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2024). Bukber TNI-Polri kali ini memiliki tema ‘Hikmah Puasa Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi Tingkatkan Soliditas dan Sinergitas untuk Indonesia Maju’.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan buka bersama keluarga besar TNI-Polri ini baru kembali diselenggarakan tahun ini. Pada 2023, pemerintah masih melarang digelarnya bukber bagi pejabat dan ASN lantaran dalam transisi dari pandemi menuju endemi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi acara hari ini sebenarnya merupakan acara lanjutan setelah kemarin kita bersama-sama melaksanakan buka puasa bersama di Istana dan juga sekaligus ini mengingatkan bahwa sudah lama kita tidak melaksanakan kegiatan buka puasa bersama semenjak COVID-19 waktu itu. Sehingga mungkin baru pertama kali ini kita kembali bersama-sama melaksanakan buka puasa bersama dan kami sepakat dengan Pak Panglima bahwa acaranya di tempatnya Pak Kapolri,” kata Jenderal Sigit dalam sambutannya.

Jenderal Sigit mengingatkan agar soliditas dan sinergisitas terus dipertahankan. Dia juga mengingatkan untuk menjadi pelopor menjaga persatuan di tengah perbedaan pendapat usai Pemilu 2024.

“Tentunya hal ini harus kita pertahankan dan soliditas, sinergitas menjadi kunci. Oleh karena itu, tentunya saya ingatkan bahwa baru saja kita melaksanakan serangkaian kegiatan demokrasi yang tentunya di situ terjadi perbedaan-perbedaan pendapat yang kalau kita biarkan tentunya akan terus memunculkan polarisasi,” ucapnya.

“Oleh karena itu, tentunya kita harus menjadi pelopor di dalam menjaga persatuan dan kesatuan sehingga walaupun perbedaan pendapat yang ada, namun yang namanya persatuan dan kesatuan menjadi prioritas yang harus terus kita utamakan,” lanjut dia.

Kapolri mengatakan modal persatuan dan kesatuan merupakan modal Indonesia sehingga bisa bertahan di tengah kondisi ketidakstabilan dunia. Jenderal Sigit mengatakan saat ini pertumbuhan Indonesia masih terjaga.

“Di mana di situasi negara-negara lain sedang tertenggu, namun pertumbuhan kita cukup bagus, mata uang kita juga stabil, dan daya beli masyarakat saya kira juga alhamdulillah semuanya masih bisa terjaga dengan baik. Dan ini tentunya menjadi cita-cita kita bersama untuk terus mendorong agar Indonesia bisa menjadi lebih baik,” terangnya.

Dia berharap bulan suci Ramadan jadi momentum untuk terus menjaga persatuan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Sekali lagi, mudah-mudahan hikmat di bulan Ramadan ini, hikmat buka puasa yang kita laksanakan ini akan terus menjaga, akan terus mempertahankan persatuan dan kesatuan yang selama ini tentunya menjadi modal utama bagi kita semua untuk mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik menuju visi Indonesia Emas tahun 2045,” ucapnya.

(idn/dhn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *