Jakarta

Lebaran sebentar lagi. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat sudah mulai bersiap pulang ke kampung halaman untuk bertemu dan melepas rindu dengan kerabat serta keluarga besar.

Ketika pulang kampung, ada masyarakat yang berangkat menggunakan kendaraan pribadi. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang memilih kendaraan umum sebagai moda transportasi utama. Zaki misalnya, yang mengaku sering naik kereta untuk mudik Lebaran.

“Bermacam-macam (pilihan transportasinya). Ada pesawat juga, ada mobil. Tapi saya seringnya kereta,” katanya dikutip dalam wawancara Vox Pop di Program Teman Mudik detikcom yang bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan RI, Senin (1/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswi bernama Sasa yang juga naik kereta api untuk pulang ke kampung halaman. Tak hanya mereka, rupanya banyak masyarakat yang berminat mudik menggunakan moda transportasi kereta.

Hal ini terlihat dari hasil Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran Tahun 2024 yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Survei tersebut menunjukkan kereta api sebagai moda favorit para pemudik. Tercatat ada sekitar 20-30% pemudik Lebaran pada tahun ini yang memilih menggunakan moda kereta api antarkota. Lalu disusul dengan bus umum (19,4% atau 37,51 juta).

Di sisi lain, mahasiswa lainnya yaitu Yaya mengatakan biasa menggunakan kapal laut lantaran harus pulang ke kampung halaman di Pulau Sumatera. Hal senada dikatakan Zacky.

“Aku biasa menggunakan transportasi mobil, dan juga buat nyebrang ke Pulau Sumatera itu menggunakan kapal,” terangnya.

[Gambas:Instagram]

Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran Tahun 2024 berkebalikan dengan hasil survei tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2023 penggunaan kendaraan pribadi masih dominan untuk mudik, terutama di daerah.

Data survei BKT Kementerian pilihan mobil pribadi diminati oleh 27,32 warga +62 untuk mudik, lalu dilanjut oleh moda transportasi darat lainnya, yaitu sepeda motor 20,3% (25,13 juta orang), bus 18,39% (22,77 juta orang), kereta api antar kota 11,69% (14,47 juta orang), dan mobil sewa 7,7% (9,53 juta orang)

Namun, terlepas apapun pilihan transportasinya, masyarakat tetap harus berhati-hati dan senantiasa memperhatikan kesehatan. Kemehub mengimbau agar masyarakat tidak berkendara menggunakan sepeda motor. Sebab menempuh perjalanan jauh dengan sepeda motor di tengah kondisi padat lalu lintas akan sangat membahayakan pengendara sepeda motor.

Bicara soal arus mudik, BKT memprediksi tahun ini pemudik secara nasional berpotensi mencapai 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka tersebut naik cukup pesat dibanding potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang.

Menanggapi lonjakan ini, pemerintah melalui Kemenhub terus mematangkan persiapan. Dengan begitu diharapkan Lebaran tahun ini berjalan aman, nyaman, dan selamat, serta mudik ceria penuh makna dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Sebagai informasi, berbagai informasi terkini soal mudik di momen Lebaran ini disajikan oleh detikcom melalui Program Teman Mudik yang bekerja sama dengan Kemenhub RI. Anda bisa ikuti kabar terupdate-nya dengan mengikuti kabar terupdatenya di detikcom.

(akn/ega)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *