Jakarta

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berbicara mengenai kesulitan saat memimpin Jakarta. Heru menyebut seorang Pj Gubernur kerap menjadi sorotan ketika terjadi banjir maupun inflasi.

Hal tersebut disampaikan Heru Budi saat memberikan sambutan dalam acara Deklarasi Kota Administrasi Jakarta Selatan sebagai Kota Lengkap dan Implementasi Layanan Sertifikat Tanah Aset Pemerintah DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (2/4/2024). Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Kalau di Jakarta itu berat pak. Inflasi sedikit Pj Gubernurnya yang disorot-sorot,” kata Heru Budi Hartono dalam sambutannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Heru juga menyinggung soal kondisi Kota Jakarta ketika dilanda banjir, yang menjadi perbincangan masyarakat hingga viral di media sosial. Meski begitu, Heru tetap menganggap semua itu sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap Pemprov DKI.

“Banjir semata kaki, ribut. Padahal cepat surut. Itu beban-beban (tapi) saya senang saja, berarti yang memviralkan itu adalah yang sayang dengan Pemda DKI,” ujarnya.

Heru juga menyoroti aksi tawuran yang melibatkan pelajar di Kemayoran, Jakarta Pusat. Heru menegaskan dirinya tak menolerasi kejadian tawuran sehingga menginstuksikan Dinas Pendidikan mencabut KJP maupun KJMU pelaku tawuran.

“Saya tidak toleransi terhadap seperti itu. Kemarin ada di kemayoran itu, tawuran. Saya minta kepada Dinas Pendidikan agar KJP mereka dicabut. Kalau dia mahasiswa dicabut KJMU,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh warga Jakarta menjaga ketentraman dan suasana kondusif selama bulan suci ramadan. Heru juga memastikan Pemprov DKI bersama Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya akan menindak-tegas pihak yang mengganggu ketentraman.

“Tidak ada masyarakat mengganggu masyarakat lain di bulan puasa. Kami bersama polda dan kodam akan melakukan tindakan tegas terhadap itu,” ucapnya.

(taa/yld)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *