Klaten

Pemudik yang dengan tujuan ke Yogyakarta memiliki jalur alternatif melalui tol fungsional Solo-Jogja. Tol ini memiliki panjang 22 KM yang menghubungkan mulai dari Gerbang Tol Colomadu hingga Kota Klaten.

Ruas tol fungsional ini disebut dapat menghemat waktu bagi pemudik hingga 25 menit. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Jasa Marga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah.

“Kalau kondisi normal di arteri itu biasanya sekitar 50 menit. Melalui jalan fungsional ini kita bisa di 25 menit. Jadi misalnya kalau di arteri itu kondisi weekend bisa sampai lebih dari 1 jam, apalagi kalau lebaran. Nah dengan pemanfaatan ini tentu akan lebih efisien,” ungkap Rudy saat pengecekan tol fungsional Solo-Jogja, Selasa (2/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski menghemat waktu, Rudy menekankan bagi para pemudik yang akan melintasi tol fungsional Solo-Jogja mendapati batasan dalam memacu kendaraannya. Pemudik hanya diperbolehkan berkendara dengan kecepatan 40 KM/jam.

“Kami mencoba mensosialisasikan untuk informasi ke pengguna jalan bahwa ini memang jalan yang sifatnya fungsional. Jadi memang jalan dalam kondisi under construction ya masih dalam tahap pelaksanaan. Jadi dari sisi kecepatan kami batasi, maksimal pengendara memacu kendaraannya tidak lebih dari 40 km/jam,” kata Rudy.

Rudy mengatakan Tol fungsional Solo-Yogyakarta siap dioperasikan untuk arus mudik 2024. Hanya, pengoperasian tol fungsional ini baru dipergunakan dari Colomadu hingga Klaten. Panjangnya kurang lebih 22,3 km.

Ruas yang akan digunakan merupakan konstruksi tahap satu. Tol fungsional ini sudah digunakan mulai lebaran tahun lalu hingga libur panjang Natal dan tahun baru sepanjang 13 km.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah (Kurniawan Fadilah/detikcom)Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah (Kurniawan Fadilah/detikcom)

Kondisi konstruksi mulai Kartasura sampai Karanganom sudah terbangun dua arah atau dua jalur. Sementara untuk jalur Karanganom hingga Klaten masih satu jalur yang rigid pavement.

Tol fungsional Solo-Yogya ini direncanakan dioperasionalkan mulai 5 hingga 15 April atau pada saat puncak arus mudik. Masyarakat juga tidak akan dikenai tarif saat menggunakan jalan tol fungsional ini alias gratis.

“Kita rencana mengoperasikan kita akan fungsikan mulai tanggal 5 hingga 15 April. Tanggal 5 sampai 11 kita fungsikan untuk arus mudik dan tanggal 12 hingga 15 kita akan fungsikan untuk arus balik,” terang Rudy.

Sementara untuk arus yang digunakan hanya satu arah sesuai dengan periode arus mudik dan arus balik. Kemudian, jam operasional tol ini juga masih dibatasi hanya sampai pukul 17.00 WIB.

“Jadi kita hanya satu arah saja dan kami hanya akan operasi kan dari jam 6 pagi sampai jam 5 sore saja, karena memang kondisi jalan yang masih dalam tahap konstruksi, penerangan kurang, marka juga belum jadi, masih ada beberapa kelengkapan operasional jalan yang belum terpasang,” ungkap Rudy.

Rudy juga menerangkan bahwa tol fungsional hanya diperuntukkan bagi kendaraan golongan 1. Proses penyeleksian kendaraan yang diperbolehkan masuk tol fungsional akan dilakukan di pos pantau yang berada gerbang tol Colomadu.

(dnu/dnu)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *