Jakarta

Mudik merupakan satu hal yang tak bisa ditinggalkan dari momentum Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Bukan tanpa alasan, tradisi yang satu ini punya kesan tersendiri bagi masyarakat Indonesia, termasuk di kalangan anak muda.

Dilansir dari laman Indonesia Baik, mudik merupakan salah satu tradisi kearifan khas Indonesia. Kata mudik sendiri berasal dari singkatan ‘mulih dilik’ atau yang artinya pulang sebentar.

Di momen mudik yang umumnya berlangsung pada hari raya, seperti Lebaran atau Natal, masyarakat berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istilah ini muncul pada tahun 1970-an saat Jakarta masih menjadi satu-satunya kota besar di Indonesia yang dijadikan tujuan merantau banyak orang untuk mengadu nasib. Saat para perantau pulang ke kampung halamannya inilah tradisi mudik berlangsung.

Dalam wawancara Vox Pop di Program Teman Mudik detikcom yang bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan RI, sejumlah anak muda di Jakarta pun menceritakan tradisi mudik yang biasa dirindukan atau ngangenin bagi mereka.

Salah satunya dari seorang karyawan swasta bernama Dini Damayanti yang mengaku tradisi mudik menjadi saat baginya untuk berkumpul di kampung halaman.

“Kalau tradisi mudik sih emang kumpul-kumpulnya di sana, terus suasananya di kampung. Kalau mudik tuh sukanya main-main ke kebon ya karena di sini jarang,” ungkapnya kepada detikcom.

[Gambas:Instagram]

Senada, karyawan swasta lainnya bernama Dini Hadiyanti pun mengaku begitu merindukan momen utama berkumpul bersama keluarga saat tradisi mudik. Suasana kampung halaman yang jauh dari hiruk pikuk ibu kota jadi hal yang ngangenin baginya.

Begitu pun dengan seorang tentara bernama Zulian. Ia mengaku merindukan tradisi mudik dari berbagai sisi. Baik itu keramaiannya, nuansa, maupun waktu untuk bertemu orang tua. Meski demikian, ia pun kerap menghadapi tantangan tersendiri untuk dapat pergi mudik.

“Cuti lebaran itu kan dadakan, jadi untuk transportasi sudah padat (saat) itu,” kata Zulian.

Tak cuma Zulian, perjuangan untuk mudik ini juga dirasakan oleh Indah Kurniawan, seorang pekerja swasta dari Jakarta. Ia yang dari tahun ke tahun selalu senang mudik dengan moda transportasi kereta api mengaku sampai harus ‘war’ atau berebut memesan tiket demi bisa kembali ke kampung halaman.

Dalam menyambut momen mudik Lebaran tahun 2024 ini, pemerintah pun terus mematangkan berbagai persiapan. Apalagi diperkirakan ada 193,6 juta orang pemudik selama masa angkutan Lebaran tahun ini, meningkat dari tahun lalu yang sebesar 123,8 juta orang.

Meski terdapat lonjakan arus mudik, Kementerian Perhubungan berharap angkutan Lebaran tahun ini bisa berjalan selamat, aman, dan nyaman agar terwujud mudik yang ceria dan penuh cerita bermakna. Hal ini sejalan dengan tagline Angkutan Lebaran 2024 ‘Mudik Ceria, Penuh Makna’ dari Kemenhub.

“Sesuai dengan slogan angkutan Lebaran yang kami luncurkan tahun ini, yakni ‘Mudik Ceria, Penuh Makna’, dengan infrastruktur yang sudah terbangun serta adanya kerja sama antar kementerian/lembaga, maka diharapkan akan terbangun mudik yang selamat, aman, dan nyaman sehingga tercapai pula mudik yang ceria dan penuh makna,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dilansir dari laman Kemenhub RI.

Sebagai informasi, berbagai informasi terkini soal mudik di momen Lebaran ini disajikan oleh detikcom melalui Program Teman Mudik yang bekerja sama dengan Kemenhub RI. Anda bisa ikuti kabar terupdate-nya di detikcom.

(akn/ega)





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *