Jakarta

Jasa Raharja mengerahkan 1.500 petugas yang tersebar di 22 posko Mudik Lebaran 2024. Para petugas bersiaga secara bergiliran selama 24 jam untuk melayani masyarakat selama periode mudik lebaran.

“Kita kerahkan 1.500 petugas Jasa Raharja untuk siaga 24 jam secara bergiliran tidak mengenal waktu dan bertugas saat lebaran nanti,” kata Direktur Kepatuhan dan Managemen Risiko Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan kepada wartawan, Rabu (3/4/2024).

Dalam menyelenggarakan program perlindungan dasar, pihaknya bekerjasama dengan dengan dua pihak utama, mulai dari kepolisian hingga ribuan rumah sakit. Dengan begitu, kata dia, petugas akan bekerja cepat memproses santunan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami telah bekerjasama dengan seluruh RS di RI yang menjadi rujukan korban kecelakaan. Ada sebanyak 2.615 RS seluruh Indonesia, petugas seluruhnya bersiaga, siap menerima dan kecepatan kami terbitkan garansi letter menjadi kunci bagaimana kita bisa kendalikan fatalitas korban kecelakaan dengan cepat bisa tertangani, tentunya risiko fatalitas bisa terkendali,” terangnya.

Harwan mengimbau agar masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang ketika terlibat kecelakaan supaya santunan cepat diproses. Setelah mendapatkan informasi dari polisi maupun RS, petugas Jasa Raharja akan mendatangi lokasi untuk memastikan benar tidaknya kejadian kecelakaan.

Setelah dipastikan, polisi akan menerbitkan laporan kejadian, sementara Jasa Raharja memproses garansi letter di rumah sakit. Apabila korban kecelakaan meninggal dunia maka Jasa Raharja akan berkoordinasi dengan Dukcapil Kemendagri menelusuri data ahli waris.

“Kami segera mengurus garansi letter pihak RS untuk bisa layani korban secepatnya. Terkait apabila, mohon maaf, korbannya meninggal dunia, kami bekerjasama dengan Dukcapil Kemendagri kami sudah bisa host to host data kependudukan siapa ahli warisnya, tinggalnya di mana. Kami dengan cepat akan turun, memastikan penyerahan santunan tepat sasaran dan tepat jumlahnya,” terangnya.

Jasa Raharja sendiri menargetkan kecepatan pemberian santunan terhadap korban kecelakaan diselesaikan maksimal 2 hari. Sejauh ini, pihaknya bekerjasama dengan Bank BUMN dalam pencairan santunan.

“Alhamdulillah bank BRI mendukung kami secara penuh, penerbitan rekening baru apabila ahli waris tak miliki rekening itu cepat dan bisa dilakukan kapan saja. Itu mendukung bagaimana percepatan pelayanan kami alhamdulillah sampai bulan Maret ini kecepatan santunan untuk korban meninggal dunia di TKP bisa diselesaikan secara nasional 1 hari 8 jam dari target ditetapkan pemegang saham 2 hari,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pemudik pada masa Lebaran 2024 diprediksi mencapai 193 juta orang. Kemenhub melakukan sejumlah langkah antisipasi mulai dari pengaturan lalu lintas hingga mudik gratis.

“Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT), terdapat tren peningkatan potensi pergerakan masyarakat secara nasional pada masa Lebaran 2024, yaitu sebesar 71,7% dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 193 juta orang,” kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam jumpa pers virtual persiapan mudik 2024, Minggu (17/3).

Sementara itu, sebanyak 28 juta orang diperkirakan akan meninggalkan Jabodetabek. Budi mengatakan pemudik Lebaran tahun ini akan meningkat.

“Dari angka tersebut, sebesar 14,6% atau 28,4 juta orang penduduk Jabodetabek akan melakukan perjalanan di masa mudik Lebaran 2024, hal ini mengindikasikan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan minat masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 dibandingkan tahun 2023 sebesar 45,8% atau 123 juta orang,” katanya.

(taa/azh)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *