Jakarta

Polresta Serang Kota kembali menangkap anggota bank keliling atau kosipa yang menjadi pelaku pengeroyokan Ustaz Muhyi asal Pandeglang, Banten. Kali ini, ada dua pelaku berinisial RP dan PS yang ditangkap polisi.

“Perkembangan kasus pengeroyokan Pasal 170 di Polsek Baros, dua tersangka lagi sudah ditangkap dan diamankan,” kata Kasi Humas Polresta Serang Kota Kompol Iwan Somantri saat dimintai konfirmasi wartawan, Rabu (3/4/2024).

RP dan PS ditangkap saat hendak mau menyeberang dari Banten ke Sumatera melalui Pelabuhan Merak. RP diamankan di pool bus dekat Pelabuhan Merak dan PS ditangkap sebelum masuk ke Pelabuhan Merak.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total ada tiga pelaku yang telah diamankan polisi setelah aksi pengeroyokan oleh anggota kosipa di Jalan Serang-Pandeglang. Sebelumnya, satu pelaku asal Sumatera Utara diamankan berinisial RS.

Seperti diketahui, sejumlah anggota ormas di Pandeglang melakukan sweeping ke kantor-kantor bank keliling atau koperasi simpan pinjam (kosipa) setelah diduga anggota kosipa melakukan pengeroyokan kepada seorang ustaz. Aksi ini buntut pengeroyokan anggota kosipa terhadap istana Muhyi yang videonya bahkan viral di media sosial.

Kapolda Banten Irjen Abdul Karim sendiri sudah menjenguk Ustaz Muhyi yang menjadi korban pengeroyokan. Ia mengatakan bahwa kasus ini sudah ditangani dengan cepat oleh anggota di wilayah Baros Kabupaten Serang dan Pandeglang. Ia juga berjanji akan menindak tegas pelaku pengeroyokan.

“Tim Polda Banten dan Polres Pandeglang bersama tokoh masyarakat dan ulama setempat telah sepakat menyelesaikan masalah ini dengan jalur hukum. Kami meminta warga untuk tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Serahkan kasus ini kepada kami. Kami akan melakukan tindakan hukum tegas terhadap para pelakunya,” kata Abdul Karim dalam keterangannya tadi pagi.

Karim menegaskan pihaknya tidak mentolerir pelaku yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di bulan Ramadan. Ia berharap tidak ada kelompok orang yang mengganggu atau merusak kondusivitas masyarakat yang sudah terjaga.

“Perlu kami tegaskan, Polda Banten tidak mentolerir tindakan-tindakan yang mengganggu keamanan masyarakat apalagi di bulan suci Ramadan ini. Banten secara umum kondusif dan saat ini warga sedang menjalankan ibadah puasa dengan khusuk. Kami ingatkan, jangan coba-coba merusak kondusivitas Banten, kami akan melakukan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang mengganggu kamtibmas, sekali lagi, serahkan dan percayakan kasus ini kepada kami,” imbuhnya.

(bri/fas)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *