Tangerang

Wanita pembunuh penjaga toko di Tangerang dipastikan tidak mengidap gangguan jiwa atau mental. ND (43) membunuh korban dengan sebilah pedang.

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan AKP Agil menyebut pelaku telah diperiksa oleh pihak kepolisian. Hasilnya, ND dinyatakan normal.

“Saya sempat tanyakan juga, itu tidak ada (gangguan jiwa atau mental) normal saja. Sementara hasil pemeriksaan penyidik seperti itu,” ujar Agil kepada detikcom, Rabu (3/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agil mengatakan, pelaku melakukan aksinya secara spontan. Pelaku dan korban sempat cekcok hingga tersinggung. Imbasnya pelaku mengambil pedangnya di mobil lalu menusukkannya ke korban.

“Karena faktor emosi saja. Orang tersinggung,” tegas Agil.

Kronologi

Polisi menyebutkan kasus pembunuhan penjaga toko baju berinisial RA (53) oleh seorang wanita berinisial ND (43) di Jalan Borobudur, Kelapa Dua, Tangerang, diduga karena pelaku sakit hati. Pelaku ND menusukkan pedang ke korban, begini kronologi kejadiannya.

Kapolsek Kelapa Dua Kompol Stanlly Soselisa memaparkan kejadian berawal saat pelaku datang ke toko korban dengan niat membeli baju koko dan batik pada Senin (1/4/2024), sekitar pukul 10.30 WIB. Saat masuk toko, pelaku mengenakan sepatu, lalu korban meminta untuk melepasnya bila ingin masuk.

“Tapi pelaku tak ingin melepaskan sepatu. Akhirnya pelaku tidak jadi membeli di toko korban lalu meninggalkan toko. Namun, pada saat pelaku meninggalkan tempat, pelaku mendengar kata ‘tai’ yang dikatakan korban,” ujar Kompol Stanlly Soselisa kepada wartawan di Mapolsek Kelapa Dua, Selasa (2/4).

Sebab perkataan tersebut, pelaku tersinggung dan menanyakan apa maksud dan ucapan korban. Imbasnya terjadilah cekcok mulut antara pelaku dan korban.

“Karena pelaku merasa terdesak, dia menuju mobil warna putih nopol B-111-NDD. Kemudian, pelaku mengambil sebilah samurai terbuat besi stainless sepanjang 50 sentimeter bertuliskan ‘baton sword’ dengan sarung terbuat dari besi warna hitam dari mobil,” katanya.

“Pelaku datangi korban dengan tangan kanannya, setelah di depan korban lalu pelaku cabut samurai dari sarungnya dan menusukkan ke korban,” sambung dia.

Satu tusukan itu membuat korban terkapar hingga bersimbah darah saat lari ke depan toko. Korban kemudian tersungkur dan tidak bergerak.

(azh/azh)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *