Jakarta

Bhabinkamtibmas Desa Panundaan, Polsek Ciwidey, Polresta Bandung, Aipda Asef Kuswandi membuat tiga program untuk masyarakat di wilayah binaannya. Program itu adalah Bank Sampah Simsalabim, Perpustakaan Keliling Si Baling Bambu dan pembinaan kelompok tani Mitra Cai.

Atas aksinya itu, Aipda Asef diusulkan warga Ciwidey, Tia Setiawati (45), untuk Hoegeng Awards 2024 melalui formulir digital di detikcom. Dalam usulan itu, Tia menyebut aksi yang dilakukan oleh Aipda Asef untuk mengatasi masalah sampah, meningkatkan minat baca anak hingga membina kelompok tani dirasakan oleh warga.

detikcom kemudian menghubungi Tia untuk menggali informasi lebih dalam. Tia merupakan salah satu kader posyandu di Ciwidey, dia sering melalukan kegiatan bersama dengan Aipda Asef. Terutama dalam hal penyuluhan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tia menjelaskan beberapa program dibuat oleh Aipda Asef untuk warga, salah satunya adalah Perpustakaan Keliling Si Baling Bambu (polisi bacaan keliling menambah ilmu).

“Banyak inovasi yang dicetuskan sama beliau yang memang terasa manfaat dan dampak baiknya sama masyarakat. Misalnya inovasi Si Baling Bambu, itu kan sasaran anak usia sekolah ya untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget makanya Pak Bhabin mempunyai inovasi tersebut,” kata Tia kepada detikcom.

Tia mengatakan Aipda Asef mengangkut buku-buku menggunakan motor dinasnya. Dia akan berkeliling desa untuk mengajak anak-anak membaca. Biasanya kegiatan ini berlangsung setiap hari libur.

“Itu biasanya dilakukan seminggu sekali tiap hari libur, kalau hari sekolah kan mereka pada sekolah,” katanya.

Aipda Asef dan Tia Setiawati saat memberikan penyuluhan ke sekolah di Ciwidey.Aipda Asef dan Tia Setiawati saat memberikan penyuluhan ke sekolah di Ciwidey. Foto: dok. Istimewa

Tia menyebut Aipda Asef juga menggagas Bank Sampah Simsalabim (selamatkan sampah bersama Bhabinkamtibmas). Program ini dilakukan agar warga peduli dengan lingkungan.

Selain itu, Aipda Asef membuat Mitra Cai sebagai wadah untuk para petani. Program ini muncul karena adanya pertikaian antara petani yang ingin mengalirkan air ke lahan mereka. Terkadang ada petani yang menutup saluran air agar hanya bisa dialirkan ke lahan mereka.

Asef kemudian turun tangan. Para petani akan diberikan jadwal aliran air akan masuk ke lahan mereka.

“Inovasi itu lahir dari pertikaian warga yang berebut air, kan di kita ini dominan lahannya pertanian, kadang untuk mengatur saluran air kadang ada yang ribut, ada yang berselisih, itu beliau berusaha menjadi penengah dengan cara mengatur jadwal air. Mungkin masyarakat ada keseganan sendiri ya terhadap aparat polisi,” sebut dia.

Tia menambahkan, Aipda Asef juga dikenal dekat dengan pemuda setempat, salah satunya komunitas suporter Persib Bandung di Ciwidey, Ciwidey Viking (Civic). Dia bertindak sebagai pembina. Asef biasanya akan memberikan sosialisasi kepada para suporter agar menjaga keamanan dan ketertiban saat menonton bola.

“Pak Asef ini sebelum (suporter) berangkat misalnya ke Si Jalak Harupat, atau ke GBLA, atau ke Senayan, ke manapun para Bototoh ini mau pergi, dia sebelum pergi memberikan arahan sebagai pembina. Sehingga yang tadinya ada niatan yang tidak baik mungkin dengan adanya arahan beliau itu jadi mengurungkan. Terus sebelum pergi beliau biasanya memeriksa dulu, kalau suporter kalau diperiksa ama teman-temannya pasti nggak ridho, tapi kalau Bhabin diperiksa dulu apakah dia bawa senjata tajam atau minuman keras,” katanya.

Tia menambahkan Aipda Asef selalu punya cara tersendiri menyelesaikan permasalahan yang ada di warganya. Perselisihan warga, kata dia, sering diselesaikan oleh Aipda Asef dengan baik.

“Dari problem solving juga sangat dibutuhkan di masyarakat. Kadang misalnya dengan RT/RW kurang didapatkan solusi yang kurang baik, jadi akhirnya ke Pak Bhabin, alhamdulillah di wilayah kami sering terbantu mendapatkan solusi yang menurut kami baik karena bisa mengislahkan antara si A dan B yang bertikai, sehingga ada komitmen tidak mengulangi lagi,” tutur dia.

Program Si Baling Bambu

Aipda Asef menjadi Bhabinkamtimbas di Desa Panundaan sejak 2015. Dia kemudian menggagas program perpustakaan keliling untuk bisa berdialog dengan anak dan meningkatkan minat baca.

“Awal tercetus Si Baling Bambu ini keprihatinan melihat anak sekarang ini lebih dominan menggunakan HP dengan main game online, apa gitu kan. Di situ Bhabin berinisiatif membuat perpustakaan keliling dengan tujuan biar bisa dirasakan 21 RW di Desa Panundaan,” kata Asef kepada detikcom.

Asef menyebut program ini disambut baik oleh anak-anak dan orang tuanya. Biasanya perpustakaan keliling ini dilakukan di balai RW atau di depan rumah Ketua RW setempat.

“Jadi selesai membaca, polisi sahabat anaknya juga dapat, saya berkomunikasi dengan anak, nasihatin mereka supaya tidak terlalu sering menggunakan HP, menggunakan HP untuk hal-hal penting aja, misalnya mau searching untuk belajar tujuannya, kalau untuk main game kita sarankan nggak boleh,” tutur dia.

Bhabinkamtibmas Desa Panundaan Ciwidey, Aipda Asef, membuat program untuk warga binaannya.Bhabinkamtibmas Desa Panundaan Ciwidey, Aipda Asef, bersamaan anak-anak dalam program perpustaakaan keliling Si Baling Bambu. (Foto: dok. Istimewa)

Buku bacaan yang dibawa oleh Aipda Asef sebagian dibelinya dengan dana pribadi, ada pula sumbangan ari pegiat literasi. Selain untuk perpustakaan keliling, buku itu juga disumbangkan ke madrasah dan pesantren yang ada di Ciwidey.

“Sebagian saya beli kayak buku dongeng lebih ada ketertarikan buat si anak biar mau membaca,” tutur dia.

Program Mitra Cai

Program kedua yang digagas oleh Aipda Asef adalah Mitra Cai. Progam ini menggandeng para petani setempat. Awalnya program ini dibikin hanya untuk menjembatani para petani terkait masalah pengarian di lahan pertaniannya.

“Kegiatannya berawal dari ada permasalahan ketika musim kemarau petani berebut air, nah di sini saya hadir, Bhabin lebih merangkul para petani ini misalnya membuat jadwal air. Supaya ada jadwal yang teratur, karena di kampung ini riskan sekali kalau urusan air ini sampai yang bawa golok segala macem, sebelum Bhabin turun itu ya kondisi di lapangan seperti itu. Alhamdulillah warga bisa nurut,” katanya.

Lalu apa makna dari penamaan Mitra Cai itu? Aipda Asef memberikan penjelasan.

“Nama muncul dari saya, mitra itu lebih ke sahabat, cai ini kan air, jadi kita lebih memikirkan kita berdampingan hidup dengan air. Jadi bentuk Bhabinkamtibmas dengan petani peduli masalah air,” katanya.

Bhabinkamtibmas Desa Panundaan Ciwidey, Aipda Asef, membuat program untuk warga binaannya.Aipda Asef bersama kelompok tani Mitra Cai mengatur aliran air untuk perkebunan. (Foto: dok. Istimewa)

Kini, Mitra Cai tak hanya membahas soal penjadwalan aliran air ke perkebunan. Mitra Cai juga menjadi wadah bagi petani untuk konsultasi terkait masalah pertanian mereka.

“Sekarang ada bergeser sedikit misalnya sharing dengan mereka ini ada beberapa kelompok pertanian soal program mereka ke depan, mereka selalu menghubungi Bhabin, misalnya membahas kelangkaan pupuk, nanti jalurnya gimana. Misalnya usulan program dari Kementerian Pertanian. Kadang pemantauan ada bantuan kayak traktor,” sebut dia.

Bhabinkamtibmas Desa Panundaan Ciwidey, Aipda Asef, membuat program untuk warga binaannya.Aipda Asef memantau pengairan di perkebunan kelompok tani Mitra Cai. Foto: dok. Istimewa

Bank Sampang Simsalabim

Program ketiga adalah bank sampah Simsalabim (selamatkan limbah sampah bersama Bahbinkamtibmas). Program ini digagas pada saat pandemi COVID-19.

“Awalnya prihatin dengan kondisi Desa Panundaan, warga kesulitan untuk membuang sampah, karena tidak adanya TPA, tidak terjangkaunya truk penarik sampah dari Pemda itu tidak sampai ke Desa Panundaan. Akhirnya saya berfikir gimana mengajarkan masyarakat pola hidup sehat, misalnya tidak membuang sampah sembarangan, akhirnya kita rambah di tingkat RW dulu, kita bikin bank sampah,” katanya.

Setiap hari Jumat, warga diimbau untuk menyetor sampah mereka ke bank sampah. Sampah mereka yang bisa dijual di barang bekas, maka uang hasil penjualan akan ditabung di bank sampah dan nantinya bisa diambil. Sementara sampah organik akan dijadikan pupuk kompos.

“Jadi setiap warga yang mau ngantar ke kantor RW nanti ada buku tabungan, oh ini sampah dia dihargai sekian, kecil sih tapi lebih intinya masyarakat tidak membuang sampang sembarangan, supaya tertarik nganterin,” tutur Asef.

Bhabinkamtibmas Desa Panundaan Ciwidey, Aipda Asef, membuat program untuk warga binaannya.Program bank sampah Simaslabim yang digagas Bhabinkamtibmas Desa Panundaan Ciwidey, Aipda Asef. (Foto: dok. Istimewa)

Sampah organik akan diolah menjadi kompor menggunakan magot. Asef menyebut magot itu adalah bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.

Bahkan untuk bank sampah Simsalabim ini pernah ditinjau juga sama Kasubdik Bhabinkamtibmas Polda Jabar, udah ditinjau ke lapangan, udah dilihat. Kompos itu nantinya bisa digunakan oleh warga setempat sebagai pupuk.

Bhabinkamtibmas Desa Panundaan Ciwidey, Aipda Asef, membuat program untuk warga binaannya.Aipda Asef bersama warga yang menabung sampah di bank sampah Simsalabim. (Foto: dok. Istimewa)

Selain menjalankan tiga program itu, Aipda Asef juga menjadi pembina di Ciwidey Viking (Civic). Asef akan memberikan sosialisasi kepada pendukung Persib Bandung di Ciwidey untuk menghindari tindakan kriminalitas saat menonton bola.

“Saya merangkul kalangan muda pecinta olahraga khususnya mereka pecinta Persib Bandung. Nah di situ beberapa kegiatan, misalkan melepas mereka berangkat tour, silaturahmi,” kata dia.

“Kehadiran polisi di sini mengimbau mereka tertib berlalu lintas ketika ke stadion, tidak mengkonsumsi alkohol, narkoba dan lain-lain. Selalu saya kasih pemahaman bahwa polisi sebagai pengamanan di sana bukan musuh para suporter, dan suporter ini ya adik-adik, sahabat semua dengan polisi, jadi minta mereka untuk tertib, ya Alhamdulillah Civic bisa berkembang,” pungkasnya.

Bhabinkamtibmas Desa Panundaan Ciwidey, Aipda Asef, membuat program untuk warga binaannya.Aipda Asef memberikan arahan kepada komunitas Ciwidey Viking sebelum menonton bola. Foto: dok. Istimewa

(lir/hri)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *