Tangerang

Tetangga penjaga toko korban pembunuhan di Tangerang ragu dengan cerita pemicu insiden itu. Tetangganya tak percaya jika korban mengeluarkan kata kotor yang membuatnya sampai terbunuh.

Korban adalah Resy Ariska (53) yang meninggal karena ditusuk pedang Baton Sword sepanjang 50 sentimeter pada Senin (1/4/2024) pukul 10.30 WIB. Pelaku ada ND (43) yang menusukan pedang itu ke bawah payudara korban.

Tetangga yang ragu dengan cerita korban mengumpat sebelum cekcok yang berujung maut adalah Yogie Hendra. Dia tetangga sebelah rumah Resy sekaligus Ketua RT 06/08 Kampung Cibodasari, Cibodas, Kota Tangerang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yogie merasa banyak narasi yang memojokkan perempuan berusia 53 tahun itu karena dianggap memicu cekcok. Menurut Yogie sikap keras dari Resy bisa saja muncul jika ada sebab kuat yang membuatnya marah.

“Kalau saya lihat itu agak aneh ya, karena setahu saya mengenal almarhum dia itu sangat menghargai pembelinya. Bukan tipikalnya dia (kalau ngejek),” ujar Yogie kepada detikcom.

“Mungkin bisa saja seperti yang diceritakan, tapi itu pasti ada sebabnya, ada hal yang memicu dia bersikap demikian,” sambung dia.

Yogie berpendapat, ibu satu anak itu dikenal pekerja keras dan suka membantu. Dia diceritakan sebagai pengayom bagi adik dan anaknya semasa hidup.

“Beliau itu gesit, pekerja keras selama saya lihat. Hal itu yang banyak dicontoh oleh adiknya saat ini, bahkan dia rela buat ke sini untuk bantuin adiknya lagi jualan baju,” ungkapnya.

Kronologi

Polisi menyebutkan kasus pembunuhan penjaga toko baju berinisial RA (53) oleh seorang wanita berinisial ND (43) di Jalan Borobudur, Kelapa Dua, Tangerang, diduga karena pelaku sakit hati. Pelaku ND menusukkan pedang ke korban, begini kronologi kejadiannya.

Kapolsek Kelapa Dua Kompol Stanlly Soselisa memaparkan kejadian berawal saat pelaku datang ke toko korban dengan niat membeli baju koko dan batik pada Senin (1/4/2024), sekitar pukul 10.30 WIB. Saat masuk toko, pelaku mengenakan sepatu, lalu korban meminta untuk melepasnya bila ingin masuk.

“Tapi pelaku tak ingin melepaskan sepatu. Akhirnya pelaku tidak jadi membeli di toko korban lalu meninggalkan toko. Namun, pada saat pelaku meninggalkan tempat, pelaku mendengar kata ‘tai’ yang dikatakan korban,” ujar Kompol Stanlly Soselisa kepada wartawan di Mapolsek Kelapa Dua, Selasa (2/4).

Sebab perkataan tersebut, pelaku tersinggung dan menanyakan apa maksud dan ucapan korban. Imbasnya terjadilah cekcok mulut antara pelaku dan korban.

“Karena pelaku merasa terdesak, dia menuju mobil warna putih nopol B-111-NDD. Kemudian, pelaku mengambil sebilah samurai terbuat besi stainless sepanjang 50 sentimeter bertuliskan ‘baton sword’ dengan sarung terbuat dari besi warna hitam dari mobil,” katanya.

“Pelaku datangi korban dengan tangan kanannya, setelah di depan korban lalu pelaku cabut samurai dari sarungnya dan menusukkan ke korban,” sambung dia.

Satu tusukan itu membuat korban terkapar hingga bersimbah darah saat lari ke depan toko. Korban kemudian tersungkur dan tidak bergerak.

Stanlly mengatakan modus pembunuhan itu diduga karena sakit hati. Dia juga membantah ada rumor korban adalah pengutang ke pelaku atau sempat bertemu pada malam sebelum kejadian.

“Modusnya adalah sakit hati. Keduanya tidak saling kenal, dan baru bertemu antara penjual dan pembeli,” tukasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 338 KUHP Sub 351 ayat 3 pidana ancaman 15 tahun penjara.

(azh/azh)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *