Jakarta

Puluhan ribu pemudik naik kereta api sudah meninggalkan Jakarta via Stasiun Gambir dan Senen. Beberapa warga mudik pada H-6 lebaran karena kalah war tiket.

Salah satunya dialami Melly (40). Dia pergi mudik dari tasiun Gambir menuju Yogyakarta. Melly menceritakan sudah mengincar untuk berangkat tanggal 5 April sejak sebulan lalu. Namun kala itu dia kalah saat ‘rebutan’ tiket kereta.

“Kebetulan saya dapet tiketnya di tanggal 4. Tanggal 5 itu sudah full ya. Kita sempet war ticket lah,” kata Melly kepada wartawan di Stasiun Gambir, Kamis (4/4/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melly menerangkan tak sering mudik menggunakan kereta api. Biasanya, Melly mudik naik mobil pribadi bersama suami dan anak-anaknya. Dia bahkan sudah menyiapkan bugdet Rp 5 juta untuk akomodasi mudik menggunakan Kereta Api.

Penumpang lainnya bernama Arin (45) juga mudik pada H-6 lebaran ini karena tak kebagian tiket di hari lain. Airin berencana mudik ke Purwokerto.

“(Hari pembelian) Tiket keretanya bisa lebih jauh lagi. Kan selama ini 45 hari yah. Jadi baru buka langsung habis tiket itu,” kata Arin.

Airin kehabisan tiket untuk keberangkatan kereta di tanggal lain. Dia berharap agar waktu pemesanan tiket Kereta Api dapat diperpanjang lebih dari 45 hari sebelum hari H.

Sementara itu, Nida (23), pemudik tujuan Cirebon mengaku sengaja memilih mudik lebih awal. Dia pun hanya kebagian tiket kereta api pada H-6 lebaran ini.

“Sebenernya karena ketersediaan tiket ya. Saya pilih tanggal 4 karena yang paling early. Yang paling pas lah,” tuturnya.

Adapun Muhammad Iqbal (65), mudik lebih awal karena memiliki alasan yang unik. Iqbal terbiasa mudik jauh sebelum hari Lebaran atau setelah hari Lebaran.

“Kalau di kampung, di rumah orangtua, kan yang dateng banyak. Jangan bersamaan semua. Sebelum lebaran ada keluarga yang datang lebih awal, lalu setelah lebaran. Berkesinambungan,” ucap Iqbal.

(idn/idn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *