Jakarta

Layanan Face Recognition bagi pemudik kini tersedia di pintu lobi selatan Stasiun KAI Gambir, Jakarta Pusat. Namun, banyak pemudik yang memilih masuk melalui pintu utara dan melewati proses face recognition tersebut.

Salah satunya Irfan (28), pemudik tujuan Semarang Tawang, mengaku masih tak yakin dengan keamanan dari layanan ini. Ia terpaksa menghindari pintu selatan dan melipir ke pintu utara Stasiun Gambir untuk akses masuk manual tanpa melalui Face Recognition.

“Sejak awal keluar layanan Face Recognition itu memang ya saya belum yakin aja sih. Jadi saya masih pakai yang e-boarding dari HP aja,” ungkap Irfan kepada detikcom di Stasiun Gambir pada Kamis (4/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irfan mengakui layanan ini sebenarnya membantu penumpang dan terbukti mengurai kepadatan antrean di Pintu Keberangkatan. Menurutnya, hal itu efektif memangkas waktu boarding dan memberikan penumpang lebih banyak opsi.

“Membantu ya. Jadi penumpang bisa ada pilihan gitu, mau boarding pakai scan wajah, atau scan dari barcode, atau cetak tiket kan sebenarnya ada tiga opsi ya,” kata Irfan.

Meski begitu, Irfan berharap agar sosialisasi terhadap layanan ini dapat ditingkatkan. Ia melihat beberapa penumpang terutama yang sudah lansia masih banyak yang tidak tak tahu soal aturan face recognation.

“Karena memang kan kalau, apalagi penumpang datang mepet gitu ya, terus panik gitu kan. Belum daftar. Ibaratnya masih rame di pintu selatan ya kan, semua itu banyak yang panik mungkin, bingung. Apalagi kalau mau daftar harian kan butuh waktu tuh. Nah mungkin ya kalau memang datangnya mepet ya enggak disarankan sih daftar hari H sih,” tambah Irfan.

Sementara Doni (30), pemudik tujuan Yogyakarta, mengaku menghindari layanan face recognition lantaran malas mengantre di bagian pendaftaran awal. Ia terpaksa masuk melalui pintu utara dengan sistem manual menggunakan KTP.

“Iya, jadi kan tadi kan ada antrian buat daftar ya, tapi kan cukup lama tuh, cukup panjang. Jadinya kita pilih yang di sini aja lewat pintu utara. Malas antre sih. Jadi mungkin lain kali kalau ada kesempatan kesini lagi baru kita nanti daftar Face ID gitu,” kata Doni.

“Kalau misalkan sudah punya Face ID, itu lebih mudah lewat (pintu) selatan. Jadi kalau pengen lewat utara itu ya bagi yang lagi pengen buru-buru mungkin, atau misalkan belum melakukan pendaftaran, nah itu lewatnya di utara,” tambah Doni.

Doni berharap supaya Pintu Keberangkatan tetap dibuat selaras di satu lokasi, baik yang sudah mendaftar Face Recognition maupun yang belum.

“Jadi untuk keberangkatan dari Face ID, baik yang sudah punya Face ID maupun belum, itu mungkin lebih baiknya tetap di satu pintu selatan ya. Karena kalau terpisah di pintu utara ini dia agak misah jaraknya juga, jadi kita harus jalan cukup jauh juga dari pintu masuk ke jalan kaki buat sampai ke sini,” jelasnya lebih lanjut.

Face Recognition merupakan salah satu layanan boarding kereta api yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Layanan ini telah tersedia di beberapa boarding gate area pemeriksaan tiket di stasiun kereta api.

Layanan Face Recognition KAI bertujuan untuk mempermudah proses boarding. Pengguna yang telah melakukan registrasi layanan ini hanya perlu melakukan pemindaian wajah saat proses boarding untuk verifikasi data. KAI pun menjamin data penumpang yang terdaftar di layanan tersebut akan aman.

“Kami juga pastikan bahwa seluruh data KAI aman, dan hingga saat ini seluruh sistem operasional IT, pembelian tiket online KAI, serta layanan Face Recognition Boarding Gate di semua stasiun masih berjalan dengan baik,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus.

“Masyarakat juga tidak perlu khawatir dengan keamanan data pada fitur Face Recognition Boarding Gate yang dipergunakan oleh KAI. Sebab KAI telah memiliki manajemen keamanan informasi yang baik,” imbuhnya.

(ygs/ygs)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *