Jakarta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan jumlah pemudik Lebaran tahun 2024 akan melonjak dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 193 juta orang pun diprediksi akan mudik tahun ini.

“Kita melakukan survei dua bulan yang lalu. Jadi dalam survei tersebut bahwa yang akan mudik itu banyak sekali (mencapai) 193 juta orang,” ujar Budi dalam talkshow ‘Mudik Ceria Penuh Makna’ bersama detikcom.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan Kementerian Perhubungan telah melakukan berbagai antisipasi dan persiapan dalam menyambut mudik tahun ini. Salah satunya dengan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Korlantas, Jasamarga, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita memetakan daerah mana yang krusial yang harus kita lakukan perhatian, pasti Cipali lagi karena tidak ada pembangunan tambahan lain dan tetap dua jalur. Oleh karenanya, kami berkali-kali berkoordinasi dengan Korlantas, Jasamarga dan PU),” paparnya.

Budi menjelaskan pada mudik tahun ini, pihaknya melakukan berbagai persiapan yang berbeda dari sisi rekayasa lalu lintas.

“Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini kita sudah menerapkan rekayasa lalu lintas sejak awal, bahkan kita sudah announce ke masyarakat kapan akan (diberlakukan) one way. Dengan itu, kita harapkan lebih terkontrol. Tapi kita juga lebih alert untuk melakukan counting lewat CCTV berapa kilometer sebelum titik kemacetan sehingga sudah ada prediksi,” jelasnya.

“Di KM 152 kita lihat dari Bekasi. Kalau Kalikangkung kita lihat dari Salatiga. Nah ini kita ada CCTV yang bisa dianalisa,” sambungnya.

Selanjutnya, Kemenhub juga menerapkan delay system untuk mengantisipasi kepadatan dan penumpukan kendaraan selama arus mudik.

“Ada satu lagi manajemen yang namanya delay system, jadi beberapa kita delay di rest area,” paparnya.

Budi menambahkan, Kemenhub juga melakukan persiapan arus mudik di Pelabuhan. Hal ini dilakukan dengan menerapkan sistem Ferizy.

“Kita punya sistem ticketing Ferizy, jadi penumpang harus beli secara online satu hari sebelum (pergi). Diharapkan tidak terjadi satu penumpukan,” ungkapnya.

“Nah di sana juga kita terapkan delayed sistem. Walaupun dari jumlah yang sudah mendaftar besar kita masukan ke kantong-kantong itu. Kelihatannya (pelabuhan) Merak cukup siap untuk melakukan itu,” pungkasnya.

Berbagai informasi terkini soal mudik di momen Lebaran ini disajikan oleh detikcom melalui Program Teman Mudik yang bekerja sama dengan Kemenhub RI. Anda bisa ikuti kabar terupdate-nya dengan klik di sini.

(prf/ega)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *