Jakarta

Menko Polhukan Hadi Tjahjanto mengungkapkan tugas pokok Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) baru Marsekal TNI Tonny Harjono. Dia mengatakan KSAU baru harus terus mendorong profesionalitas personel TNI AU serta kesiapan alutsista.

“Kalau menurut saya ini udah tepat ya untuk Tonny menjadi Kepala Staf Angkatan Udara dan segera meneruskan program-program yang sudah dilaksanakan oleh Pak Fadjar,” kata Hadi kepada wartawan di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur (Jaktim), Jumat (5/4/2024).

Hadi yang merupakan KSAU 2017-2018 ini mengatakan Marsekal Tonny harus memastikan alutsista siap bila sewaktu-waktu harus digunakan. Dia juga meminta KSAU membuat para personel TNI AU dalam kondisi siap.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Apa saja, yang pertama adalah melaksanakan kesiapan dan kemampuan alutsista untuk mendukung tugas pokok TNI di antaranya adalah kesiapan alutsista udara baik pesawat tempur maupun pesawat heli. Kemudian kemampuan para personel yang mengawakinya,” tuturnya.

Hadi mengungkapkan pengamanan wilayah udara tentunya alutsista radar dan alat pendukungnya harus dilakukan segera. Selain itu, dia mengingatkan agar TNI AU mempersiapkan pengamanan Selat Malaka dan Laut Natuna Utara.

“Dan apa yang harus dilakukan segera, adalah kesiapan itu untuk mendukung tugas pokok TNI. Tugas pokok apa, yang pertama adalah pengamanan wilayah udara. Tentunya alutsista radar, kemudian alat pendukungnya,” tuturnya.

“Kemudian yang kedua adalah membantu mengamankan Selat Malaka. Ini sangat penting karena permasalahan isu Selat Malaka terus ada dan adalah pengamanan Laut Natuna Utara. Ini peran Angkatan Udara sangat penting di situ baik pesawat tempur maupun pesawat angkut. Pesawat intai khususnya,” tambahnya.

Hadi mengatakan pengamanan di wilayah perbatasan juga penting diperhatikan. Baik perbatasan darat antara Indonesia dan Malaysia, Indonesia dengan Timor Leste, Indonesia dengan Papua Nugini.

“Dan dukungan penuh untuk operasi militer selain perang untuk pengamanan wilayah rawan di Papua,” jelasnya.

Hadi juga menyampaikan di bulan April ini wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau. Ia meminta TNI AU untuk menyiapkan alutsista untuk melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengantisipasi kebakaran hutan lahan (karhutla) dan lain sebagainya.

“Dan yang paling penting saat ini adalah sebentar lagi bulan April, ini sudah masuk musim kemarau. Untuk khususnya adalah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Timur dan sampai dengan bulan September terus akan kemarau diikuti La Nina. La Nina belum selesai sehingga apa yang kita siapkan, AU segera menyiapkan alutsista untuk modifikasi cuaca,” ucapnya.

“Agar menghindari terjadinya kebakaran dan lain sebagainya. Itulah saya yakin Pak Tonny punya pengalaman untuk menyiapkan kesiapsiagaan alutsista dan kemampuan personel,” tutupnya.

(jbr/jbr)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *