Jakarta

Dalam ajaran Islam, wakaf merupakan suatu ibadah yang memiliki nilai amal berkelanjutan dan tidak terputus. Berdasarkan ekonomi syariah, wakaf juga dapat digolongkan sebagai sebuah investasi.

Bahkan, manfaat dari wakaf tidak hanya berguna dari sisi ekonomi, melainkan juga untuk kehidupan sosial secara luas. Apalagi jika dikelola dengan tepat, wakaf produktif dan investasi akan menjadi manfaat yang abadi baik untuk diri kita dan juga kehidupan berbangsa bernegara.

Persamaan Konsep Wakaf Produktif dan Investasi

Namun, bagaimana sebenarnya persamaan konsep antara wakaf produktif dan investasi? Secara sederhana, konsep di antara keduanya dapat disamakan berdasarkan manfaatnya. Keduanya sama-sama dapat dianggap sebagai passive income karena memiliki dampak manfaat yang berkelanjutan. Sama seperti investasi yang menghasilkan passive income dari return investasi yang dilakukan, wakaf pun serupa passive income atas pahala wakaf yang terus mengalir di kala masih hidup dan setelah pensiun dari kehidupan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Macam-macam Jenis Investasi Produk Keuangan

tagsiteDok.Unsplash

Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang investasi wakaf produktif, ada baiknya pahami terlebih dahulu beberapa macam jenis produk keuangan.

1. Deposito

Deposito jadi salah satu produk investasi keuangan yang paling banyak diminati. Ini karena investasi deposito memiliki cara yang paling mudah. Kelebihan deposito yaitu tingkat pengembalian uang berjumlah tetap dalam kurun waktu tertentu.

2. Saham

Saham juga menjadi produk investasi yang populer di tengah masyarakat. Jika berinvestasi dengan saham, kita akan mendapat sekian persen hak kepemilikan dari sebuah perusahaan.

Namun, keuntungan dalam investasi saham tidak menentu. Meskipun begitu, kita memiliki kesempatan untuk mendapat keuntungan yang sangat besar jika kinerja perusahaan tersebut menunjukkan hasil positif.

3. Obligasi

Secara umum, obligasi dapat diartikan sebagai sebuah produk investasi mandiri dengan sistem surat utang. Surat utang tersebut diterbitkan secara resmi, dikelola, dan akan dibagikan kembali beserta tambahan sejumlah nilai uang sebagai bentuk bagi hasil (surplus).

Berbeda dengan saham, surplus yang akan kita dapatkan lebih minim risiko karena pokok pinjaman pasti akan dikembalikan. Selain itu, kita juga bisa berinvestasi dengan obligasi yang dikeluarkan oleh swasta, ataupun pemerintah yang memiliki tingkat pengembalian surplus lebih pasti dan terjamin.

4. Reksa Dana

Reksa dana adalah produk investasi dengan sistem pengumpulan dana dari beberapa investor, yang kemudian akan diinvestasikan dalam berbagai macam pasar modal. Reksa dana dapat dikatakan mirip dengan obligasi, namun perbedaannya adalah dana kita diinvestasikan secara akumulatif di beberapa perusahaan.

Selain itu, reksa dana juga telah dikelola oleh manajer investasi yang membuat keamanan dana kita lebih terjamin. Sedangkan untuk tingkat risiko, reksadana dapat diserupakan dengan saham karena tingkat surplus dipengaruhi dengan kinerja ekonomi dan juga perusahaan.

5. Asuransi

Asuransi adalah kesepakatan antara perusahaan asuransi, yang bertindak sebagai pihak yang menanggung risiko, dengan pelanggan yang menjadi pihak yang dipertanggungkan. Dalam asuransi, perusahaan asuransi memberikan perlindungan atau pembayaran ganti rugi jika ada kejadian yang menimpa pihak yang dipertanggungkan atau barang miliknya sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui.

Produk Investasi Juga Dapat Diwakafkan

tagsiteDok.unsplash

Beberapa produk investasi keuangan di atas sejatinya juga dapat diwakafkan untuk memperluas manfaatnya. Namun perlu diingat, produk investasi tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu dengan prinsip syariah sebelum akan diwakafkan.

Beberapa produk investasi yang dapat diwakafkan adalah wakaf saham, produk reksadana, polis asuransi, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, berikut adalah beberapa portofolio wakaf dan investasi dari Dompet Dhuafa serta penyalurannya.

1. Wakaf Polis Asuransi

Produk investasi wakaf dari Dompet Dhuafa misalnya melalui kerjasama program polis asuransi bersama Generali Indonesia dan AXA Mandiri. Produk ini dikeluarkan berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) nomor 106/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah.

Adapun mekanismenya adalah pemegang polis asuransi syariah dapat mewakafkan manfaat asuransinya maksimal sebesar 45% atau manfaat investasi maksimal 30% dari nilai tunai yang dapat diklaim. Manfaat tersebut dapat diberikan setelah pemegang polis meninggal ataupun telah mengalami risiko.

Beberapa penyaluran manfaat dari produk wakaf polis asuransi tersebut diantaranya adalah untuk program wakaf sumur dan ambulans di berbagai daerah di Indonesia. Sedangkan untuk produk dari AXA Mandiri Unit Syariah, Dompet Dhuafa berhasil membantu wakaf pembangunan laboratorium di STIM Budi Bakti, Parung, Bogor, Jawa Barat.

2. Cash Wakaf Link Sukuk

Cash Wakaf Link Sukuk (CWLS) Ritel adalah salah satu bentuk pengelolaan uang dengan investasi sukuk negara. Program tersebut bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi umat dan juga membiayai program sosial. Adapun di tahun ini, pemerintah melalui DJPPR telah menerbitkan produk CWLS Ritel lewat Seri SRW003.

Bersama CIMB Niaga, Dompet Dhuafa mengelola beberapa program seperti wakaf alat kesehatan di Rumah Sakit Hasyim Asyari, Jombang, Jawa Timur, serta program beasiswa pendidikan untuk para santri di SMART Ekselensia Indonesia dan E-Tahfidz, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

3. Reksadana BNI AM-Dana Dompet Dhuafa

Diluncurkan sejak 2016, produk reksa dana ini telah menjadi satu-satunya investasi abadi dari Yayasan Dompet Dhuafa. Produk reksadana ini juga bisa menjadi salah satu jalan keluar bagi investor yang ingin berinvestasi dan juga berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan sosial yang berbasis syariah.

Tercatat, BNI Asset Management (BNI-AM) telah menyerahkan wakaf senilai Rp 775,21 juta untuk Yayasan Dompet Dhuafa sebagai bentuk sharing fee dari manfaat reksa dana syariah tersebut.

4. Wakaf Saham bersama Phillip Sekuritas dan Panin Sekuritas

Dengan total aset hingga Rp 280 juta, produk investasi wakaf saham ini telah diluncurkan sejak 2019 lalu. Adapun menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), di antara 5 lembaga wakaf, Dompet Dhuafa menjadi yang paling produktif karena berhasil bekerja sama dengan dua dari 6 perusahaan sekuritas.

Wakaf saham tersebut oleh Dompet Dhuafa tersebut kemudian dikembangkan dan dimanfaatkan dalam berbagai sektor seperti pendidikan, sosial, dakwah dan budaya, infrastruktur, kesehatan, hingga komersial.

Tantangan Pengelolaan Wakaf Produktif dan Investasi

Pengelolaan produk investasi wakaf produktif tentu tidak terlepas dari tantangan. Masalah utama dari investasi wakaf produktif tersebut adalah mengenai pola pikir masyarakat kita yang masih menganggap berbagai produk keuangan tersebut tidak sesuai dengan prinsip syariah.

Padahal, berbagai produk investasi wakaf tersebut sudah berlandaskan aturan negara dan fatwa para ulama. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi secara masif untuk mengubah persepsi negatif tersebut di tengah masyarakat.

Harapannya dengan peningkatan literasi tersebut, kontribusi masyarakat Muslim untuk investasi wakaf dapat meningkat. Selain itu, langkah-langkah tersebut juga dapat menjadikan wakaf sebagai jalan keluar dari masalah sosial-ekonomi di Indonesia.

Mari luaskan kebaikan wakafmu, kekalkan manfaat abadi dengan ikhtiar berbagi dan investasi melalui Wakaf Dompet Dhuafa.

(Content Promotion/Dompet Dhuafa)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *