Jakarta

Momen Lebaran menjadi waktu yang tepat bagi banyak perantau untuk kembali ke kampung halaman. Rindu sanak keluarga hingga keinginan kembali mencicipi makanan daerah menjadi alasan banyak orang memilih mudik saat hari raya.

Hal ini dirasakan Azizah (21), mahasiswa rantau di Jakarta yang berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Selain keluarga, ia sangat merindukan makanan Padang buatan ibunya.

“Yang paling aku kangenin dari Padang itu yang pertama pasti keluarga besar. Yang kedua makanannya. Aku suka makanan khas Minang (mulai) rendang, dendeng balado, dan lain-lain. Apalagi masakan mamaku itu enak banget,” ujar Azizah ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (4/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Aku nggak nemuin seenak itu di Jakarta. Selama aku di Jakarta itu bener-bener nggak ada,” sambungnya.

Seorang pemudik tujuan Padang lainnya, Arli (43), juga mengaku merindukan makanan asli Padang. Makanan Padang di Jakarta, kata dia, memiliki rasa yang berbeda dengan yang asli karena sudah disesuaikan dengan selera orang Jakarta.

“Iya, salah satu yang dikangenin (makanannya). Karena kalau di sini kadang mungkin ya yang orang-orang bilang menyesuaikan dengan yang di sini ya. Jadi kadang-kadang memang kayak nasinya beda, rasanya beda sih kalau yang memang bener-bener otentik dari sana,” tutur Arli.

Selain makanan asli Padang, suasana di kota asal juga menjadi hal yang dirindukan. Udara yang bersih dan asri tidak dapat ditemukan di Jakarta.

“Suasana ya, kan kalau di kampung tuh kalau kita mau apa, ada danau, kalau tempat saya kan deket-deket tempat saya tuh ada danau, ada sungai. Terus apa sih, udara bersih, sekitaran rumah tuh fresh lah. Kalau di sini kan keluar rumah udah liatin macet,” ucap Arli.

“Suasana di sini bener-bener asri, terus kemana-mana deket, nggak macet, jauh beda sama Jakarta,” kata Azizah.

Kemacetan memang menjadi ciri khas tersendiri bagi kota Jakarta. Perbedaan kondisi lalu lintas di Jakarta dengan Padang membuat perantau dari Padang ini ingin segera kembali untuk menyegarkan pikiran.

“Ngga terlalu macet. Udah gitu kan saya di Padangnya nggak Padang banget, jadi saya tuh di deket Danau Singkarak, namanya Solok. Jadi itu tuh lebih nggak rame lagi dibandingin Padang,” ucap Arli.

Arli memilih mudik enam hari sebelum Lebaran tiba. Dia mengatakan waktu lebih lama di kampung halaman bisa menjadi obat menghilangkan rasa penat selama tinggal di ibukota.

“Jadi suasananya memang, kenapa pengen lebih lama, karena ya pengen ini deh refreshing juga lah, healing-healing lah. Kalau di sini pusing,” pungkasnya.

(ygs/ygs)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *