Jakarta

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 66 RT di 15 kecamatan dilanda banjir pada 3-4 April 2024. Peristiwa banjir disebabkan akibat curah hujan tinggi, bahkan ekstrem sehingga sungai meluap.

“Berdasarkan hasil himpun data dari tanggal 3 April 2024 sampai dengan 4 April 2024 terdapat 15 kecamatan 23 kelurahan 32 RW dan 66 RT atau 0,214% dari 30.772 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta dengan sebaran wilayah terdampak banjir sebagai berikut,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan dalam keterangan tertulis, Jumat (5/4/2024).

Dalam data yang diterima, mayoritas RT yang tergenang terletak di daerah aliran sungai (DAS), antara lain Sungai Pesanggrahan, Angke, Krukut, Grogol, Sunter hingga Ciliwung. Merujuk data BMKG, curah hujan tertinggi terjadi di wilayah TMII sebesar 137,4 mm (kategori sangat lebat).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara curah hujan di wilayah lainnya, seperti Parung, Sunter Hulu, Cimanggis, dan Ciganjur masuk dalam kategori lebat. Apabila dilihat dari peta sebaran curah hujan dengan sebaran genangan di Jakarta, hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat di sekitar wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Kabupaten Bogor menyebabkan DAS (Daerah Aliran Sungai) Sunter, Krukut, Angke, Pesanggrahan dan DAS hilir Ciliwung mengalami kenaikan tinggi muka air sungai sehingga menyebabkan genangan di DAS tersebut.

“Seperti Kelurahan Lubang Buaya, Cipinang Melayu dan Makasar yang terletak di DAS Sunter. Untuk Kelurahan Jati Padang, Kebagusan dan Ragunan tergenang karena curah hujan lebat di ARG Ciganjur menyebabkan saluran phb yang melalui wilayah tersebut meluap,” jelasnya.

Seperti diketahui, hujan yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Rabu, 3 April 2024 lalu berimbas pada timbulnya genangan serta kenaikan sejumlah pintu air/pos pantau sungai. Pos Pantau Pesanggrahan, Angke Hulu, Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Karet dilaporkan mengalami kenaikan menjadi Siaga 3 atau waspada.

Sementara Pos Pantau Sunter Hulu berstatus Siaga 2 per pukul 19.00 WIB lalu statusnya naik menjadi Siaga 1 (Bahaya).

(taa/azh)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *