Jakarta

PAM Jaya mengumumkan adanya potensi gangguan suplai air sebesar 3.000 liter per detik, yang akan berdampak bagi masyarakat di 84 kelurahan di wilayah Jakarta Barat, Timur, Selatan, Utara, dan Jakarta Pusat. Gangguan pasokan ini akibat kebocoran pada pipa transmisi air baku milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Jasa Tirta (PJT) II di Jalan D.I. Panjaitan, Jakarta Timur pada beberapa waktu lalu.

Pipa transmisi ini bertanggung jawab untuk mensuplai air baku ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Pejompongan. Diperkirakan proses perbaikan kebocoran pipa membutuhkan waktu 5 hari hingga tanggal 8 April 2024 mendatang.

Terkait hal ini, PAM JAYA telah berkoordinasi secara intensif dengan PJT II untuk mendorong percepatan penanganan dampak akibat kebocoran pipa air baku.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Teknik PAM JAYA Untung Suryadi mengatakan pihaknya juga berupaya dengan menambah air baku sebesar 1300 liter per detik dari Kanal Banjir Barat, serta menambah pasokan air curah dari Tangerang dan meningkatkan kapasitas produksi IPA Hutan Kota sebesar 150 liter per detik. Selain itu, PAM JAYA juga melakukan pengaturan lalu lintas air selama masa gangguan layanan.

“Kebocoran pipa air baku ini adalah kejadian yang tidak dikehendaki karena berdampak signifikan dalam penyediaan air baku ke IPA PAM JAYA di Pejompongan. Tim PAM JAYA mendukung penuh di lapangan agar pekerjaan perbaikan kebocoran oleh PJT II berjalan tepat waktu. Dengan demikian, pekerjaan perbaikan oleh PJT II diharapkan berdampak minimal terhadap suplai air yang diterima pelanggan air perpipaan PAM JAYA di Jakarta menjelang Hari Raya Idul Fitri,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/4/2024).

Dia menjelaskan saat ini sebanyak 87,9 persen sumber air baku PAM JAYA berasal dari Waduk Jatiluhur, Purwakarta Jawa Barat yang dialirkan sepanjang 72 kilometer melalui kanal terbuka dan jaringan pipa transmisi ke Jakarta. Adapun perbaikan pada pipa cukup kompleks karena membutuhkan kondisi kering mengingat di lokasi kebocoran terdapat utilitas listrik milik PLN di atas pipa air baku milik PJTII, sehingga aliran air baku perlu dikurangi atau dihentikan sementara waktu.

Dalam hal ini, kata dia, Pemprov DKI Jakarta membantu fasilitasi koordinasi para pemangku kepentingan, perijinan yang diperlukan dan tambahan pompa dari Dinas SDA DKI Jakarta untuk mempercepat persiapan perbaikan kebocoran pipa.

Sementara itu, Direktur Pelayanan PAM Jaya Syahrul Hasan memastikan pihaknya berupaya meminimalisir gangguan yang dialami pelanggan, terutama pada jam-jam sibuk.

“Kami juga mengimbau agar pelanggan bersedia untuk menampung dan membatasi penggunaan air untuk sementara waktu. Selain itu, kami juga menyiagakan bantuan penyediaan air bersih melalui truk tangki air bagi lokasi-lokasi fasilitas umum, seperti rumah sakit, tempat ibadah, dan yayasan sosial,” katanya.

Syahrul menambahkan bantuan sementara tangki air juga tersedia bagi pelanggan PAM Jaya lain yang membutuhkan. Selanjutnya dia mengingatkan ketua RW di wilayah terdampak dapat menghubungi Contact Center 24 jam Lapor PAM pada nomor 1500223.

(akd/ega)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *