Jakarta

Konsulat Jenderal RI Guangzhou berhasil menggagalkan dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bayi berusia 8 bulan inisial CP ke Kota Fuqing, Provinsi Fujian, China. Bayi tersebut dibawa dari Indonesia oleh wanita WNI yang menggunakan visa turis.

“Prioritas kita adalah memastikan bahwa bayi dalam keadaan sehat dan selamat. Pada 4 April 2024, alhamdulillah bayi CP telah dipulangkan ke Indonesia,” kata Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ben Perkasa Drajat, dalam keterangannya, Jumat (5/4/2024).

Bayi ini dibawa oleh seorang WNI perempuan inisial S pada awal Januari 2024 dengan visa turis. Bayi CP dibawa ke China oleh S yang dititipkan oleh WNI lain inisial SU.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KRJI menyebut tujuan tersangka S ke China untuk menikah dengan warga China yang telah diatur oleh SU. Berdasarkan pengakuan S, sesampai di Fuqing, SU dan beberapa orang lainnya WN Tiongkok telah mengatur penjualan CP kepada pembelinya.

Kasus ini berhasil diungkap oleh KRJI bersama kepolisian setempat. Pada tanggal 4 April 2024, KJRI Guangzhou bekerja sama dengan Dit. Pelindungan Warga Negara Indonesia, Kemlu RI dan Bareskrim Polri serta Kepolisian Kota Fuqing dan Kota Fuzhou telah memulangkan seorang bayi tersebut.

KJRI Guangzhou juga telah mengumpulkan informasi indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dilakukan para terduga pelaku. KJRI menyebut berkat kerja sama dengan Kepolisian Fuqing dan Fuzhou, telah dilakukan langkah-langkah untuk menjerat terduga pelaku.

“Saat ini oknum telah ditahan dan menjalani proses penyidikan oleh otoritas Tiongkok. Semua pihak yang terlibat baik WNI maupun WN Tiongkok akan diproses hukum yang berlaku. Polri dan Kemlu juga akan terus mengawal perkembangan kasus ini,” kata Ben.

(lir/imk)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *