Jakarta

Muhammad Andika Mowardi harus berurusan dengan polisi. Pria yang melaporkan Ghatan Saleh Hilabi di kasus penembakan itu dilaporkan atas dugaan pengandaman dan pemerasan.

Pelapor Andika dalam kasus ini bukan Ghatan Saleh, melainkan orang lain. Ada tiga laporan serupa terhadap Andika yang kini masih diproses di kepolisian.

Andika alias Ega ini dijemput oleh paksa Polsek Mampang Prapatan saat menghadiri rekonstruksi Ghatan Saleh di Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis (4/4). Polisi melakukan upaya jemput paksa setelah Ega dua kali mangkir panggilan pemeriksaan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belakangan diketahui, Andika positif narkoba. Polsek Mampang Prapatan melakukan tes urine terhadap Andika setelah ia memberikan keterangan yang melantur saat di-BAP polisi.

Duduk Perkara Pelapor Ghatan Dijemput Paksa

Jauh sebelum bersengketa dengan Ghatan Saleh, Andika alias Ega dilaporkan oleh seseorang berinisial T ke Polsek Mampang Prapatan. Tepatnya 18 Oktober 2023, Andika dilaporkan atas dugaan pengancaman dan pemerasan.

“Laporannya mengenai pengancaman. Selain itu, terlapor juga dilaporkan sering mendatangi tempat usaha milik pelapor dan meminta uang Rp 6 miliar,” kata Kapolsek Mampang Prapatan Kompol David Y Kanitero saat dihubungi detikcom, Jumat (5/4).

Pelapor Ghatan Saleh dijemput paksa polisiFoto: Pelapor Ghatan Saleh dijemput paksa polisi (dok Istimewa)

Kasus Andika di Polsek Mampang Prapatan saat ini telah naik ke tahap penyidikan. Polsek Mampang sudah memanggil Andika sebanyak 2 kali untuk pemeriksaan, tetapi tidak pernah hadir.

“Terlapor sudah kita panggil dua kali sebagai saksi tetapi tidak pernah hadir,” katanya.

Modus Andika Ancam dan Peras Korban

David mengatakan Andika melakukan pemerasan secara langsung dengan cara mendatangi apartemen korban. Selain itu, pemerasan dilakukan melalui telpon seluler hingga pesan WhatsApp. Bahkan Andika saat itu mengancam akan memotong alat kelamin korban.

“Pengancaman Saudara MAW ada beberapa hal, beberapa kali. Pertama, MAW datang langsung ke kantor rumah apartemen korban, marah-marah dan menggebrak meja. Kemudian ada juga melalui ucapan via telpon yang direkam korban yang menyebutkan kekerasan. Kemudian juga ada bukti chat WA percakapan mengatakan bahwa akan memotong alat kelamin korban,” jelasnya.

David menambahkan, aksi Andika Mowardi tersebut dilakukan dengan ancaman akan membongkar rahasia korban. Andika disebut terus-menerus mendatangi korban hingga akhirnya korban menyerahkan sejumlah uang yang dimintanya.

“Ketika dia mendapatkan informasi tentang seseorang, dia akan mendatangi seseorang tersebut untuk menggembar-gemborkan membongkar rahasia dari seseorang itu. Sehingga dia mendatangi rumahnya, mendatangi apartemen, kantornya dan itu seharian penuh. Sehingga orang yang dikunjungi atau didatangi dia merasa terganggu, akhirnya dengan berbagai macam cara dia meminta Ega (pelaku) untuk pergi atau tidak mengganggu lagi,” tuturnya

Baca selanjutnya: pelapor Ghatan dijemput paksa….



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *