Jakarta

Kepala Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Faizal Ramadhani, mengungkap peran dari pimpinan KKB Abubakar Kogoya yang tewas usai kontak tembak dengan TNI-Polri di Tembagapura, Mimika, Papua. Abubakar Kogoya disebut terlibat dalam berbagai gangguan kamtibmas.

“Abu Bakar Kogoya alias Abu Bakar Tabuni memiliki peran dalam berbagai gangguan kamtibmas yang terjadi. Di mana peran pertama terjadi pada tanggal 21 Oktober 2017, Abu Bakar Kogoya alias Abu Bakar Tabuni terlibat dalam penembakan terhadap anggota Brimob an. Bharada Almin dan Brigadir Mufadol di mile 69 Distrik Tembagapura Kabupaten Mimika,” kata Faizal dalam keterangan di akun Instagram Ops Damai Kartenz, Sabtu (6/4/2024).

“Aksi tersebut mengakibatkan korban terkena peluru dan mengalami luka tembak di bagian perut kanan dan kaki kanan,” tambahnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada, Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Kapen Kogabwilhan) Kolonel Czi Ign Suriastawa menjelaskan Abubakar Kogoya kembali mengulangi aksinya di lokasi yang sama pada 14 November 2017. Di mana Abubakar Kogoya terlibat dalam penembakan terhadap mobil LWB nomor lambung 01-4887.

Selanjutnya pada 30 Maret 2020, Abubakar terlibat kembali dalam penembakan di Gedung OB-1 Alun-alun Kuala Kencana, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, yang menyebabkan 1 orang warga negara asing (WNA) bernama Graeme Thomas Wall meninggal dunia dan 2 orang karyawan mengalami luka tembak.

Lebih lanjut, berdasarkan rekam jejak, bergabungnya Abubakar Kogoya ke dalam KKB Papua telah terpantau di bawah pimpinan Lekagak Telenggen, dengan wilayah operasinya di Kabupaten Puncak, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Intan Jaya.

“Tindakan tegas Aparat Keamanan Gabungan TNI-Polri mereduksi kekuatan KKB merupakan upaya untuk menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran percepatan pembangunan di wilayah Papua,” ucap Kolonel Suriastawa.

(fas/dhn)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *