Jakarta

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi serta memberikan dorongan terkait Flight Information Region (FIR) Kepulauan Riau (Kepri) dan Natuna yang kembali dipegang penuh oleh Indonesia. Diketahui, sebelumnya FIR pada Kepri dan Natuna dikuasai oleh Singapura.

FIR merupakan suatu daerah dengan dimensi tertentu di mana pelayanan informasi penerbangan (flight information service) dan pelayanan kesiagaan (alerting service) diberikan. Melalui kuasa penuh atas FIR Kepri dan Natuna, diharapkan mampu memperkuat kedaulatan negara, meningkatkan jaminan keselamatan dan keamanan penerbangan, serta meningkatkan pendapatan negara bukan pajak.

“FIR Kepulauan Riau dan Natuna pada ketinggian 0-37 ribu kaki telah dikuasai oleh Singapura sejak tahun 1946. Keputusan tersebut ditetapkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) di Dublin, Irlandia, pada Maret 1946. Sejak itu, setiap pesawat udara dari Indonesia yang akan melewati Kepulauan Riau dan Natuna harus melapor kepada pihak otoritas penerbangan Singapura,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menuturkan upaya negara mendapatkan kembali FIR Kepulauan Riau dan Natuna ditempuh melalui jalan yang panjang. Dirinya mencontohkan, pada tahun 1991 dan 1993, Indonesia mencoba mengambil alih FIR dari Singapura namun gagal. Hal ini ia sampaikan usai menerima Direktur Operasi AirNav Indonesia Riza Fahmi di Jakarta, (6/4).

“Di tahun 2019 saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan PM Singapura Lee Hsien Loong masalah FIR Kepulauan Riau dan Natuna kembali dibahas. Indonesia sepakat menerima kerangka kerja untuk negosiasi FIR Kepulauan Riau dan Natuna dengan Singapura,” urainya.

Adapun Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, Indonesia dan Singapura menyepakati perjanjian FIR Kepulauan Riau dan Natuna menjadi milik Indonesia pada tanggal 25 Januari 2022. Selanjutnya, tanggal 5 September 2022, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2022 tentang Pengesahan Persetujuan Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Singapura mengenai Penyesuaian Batas antara FIR Jakarta dan FIR Singapura.

“Perjanjian FIR Kepulauan Riau dan Natuna antara Indonesia – Singapura kemudian mendapat persetujuan dari ICAO pada 15 Desember 2023. Baru pada tanggal 21 Maret 2024 pukul 20.00 UTC atau 22 Maret 2024 pukul 03.00 WIB, perjanjian tersebut resmi berlaku efektif,” ungkap Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet menyatakan pemegangan kembali FIR Kepri dan Natuna oleh Indonesia mampu meningkatkan keamanan dan keselamatan ruang udara Indonesia sesuai standar pelayanan jasa penerbangan sipil internasional. Selain itu, upaya pemerintah Indonesia untuk mempercepat pembangunan dan menguatkan keamanan di pulau terluar, terdepan dan tertinggal juga akan lebih mudah terwujud.

“Keuntungan lain industri penerbangan nasional akan lebih tumbuh dan berkembang. Di mana traffic penerbangan bisa bertambah mencapai ratusan penerbangan per hari yang otomatis akan menambah pemasukan bagi negara melalui pendapatan negara bukan pajak,” pungkasnya.

(prf/ega)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *