Jakarta

Peringatan Hari Anak Balita Nasional jatuh pada tanggal 8 April. Tujuannya untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan dan perkembangan balita di seluruh Indonesia.

Hari Anak Balita Nasional diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Berikut ulasan tentang Hari Anak Balita Nasional 8 April.

Dikutip dari situs resminya Kemenkes RI, tanggal 8 April ditetapkan sebagai Hari Anak Balita Nasional. Peringatan nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua akan kesehatan balita, terutama dalam status gizi mereka.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setiap tanggal 8 April, para balita yang merupakan anak berusia di bawah lima tahun, yaitu antara 12-59 bulan akan mendapatkan keistimewaan atau apresiasi lebih dari orangtua serta pemerintah.

Balita (bayi di bawah lima tahun) merupakan masa saat otak anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Periode ini juga umumnya dikenal dengan istilah masa keemasan (The Golden Age).

Dari fase-fase pertumbuhan anak, usia 0-3 tahun merupakan waktu ketika tumbuh kembang anak terjadi dengan pesat. Di masa ini, ibu tak boleh melupakan asupan nutrisi dan gizi yang diperlukan anak. Tercukupinya kebutuhan gizi bisa membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.

4 Cara Jaga Balita Tetap Sehat

Menurut Kemenkes RI, di negara berkembang, salah satunya Indonesia, anak-anak balita umur 0-5 tahun adalah golongan yang paling rawan terhadap gizi. Anak-anak balita biasanya menderita bermacam-macam infeksi serta berada dalam status gizi rendah.

Salah satu permasalahan gizi pada balita adalah Underweight (berat badan rendah akibat gizi kurang). Underweight adalah kegagalan bayi untuk mencapai berat badan ideal, yang kemudian juga bisa memengaruhi pertumbuhan tinggi badan, sesuai usianya, dalam jangka waktu tertentu. Gangguan ini bisa disebabkan karena bayi kekurangan energi dan zat-zat gizi yang dibutuhkan sesuai usianya.

Menurut situs Dinas Kesehatan Provinsi NTB, ada beberapa cara untuk menjaga balita tetap sehat, seperti:

  1. Penuhi kebutuhan gizi seimbang sesuai usia;
  2. Lakukan stimulasi perkembangan;
  3. Penuhi layanan kesehatannya, berikan imunisasi, vitamin A, dan obat cacing sesuai usia;
  4. Pantau pertumbuhan dan perkembangannya secara teratur.

(kny/jbr)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *