Jakarta

Sejumlah warga memilih sebagai penyapu koin di Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. Aktivitas yang sudah dilakukan sejak puluhan tahun silam itu dilakukan warga demi mencari cuan di pinggir jalan untuk menutupi kebutuhan hidup hingga menjadi pekerjaan sehari-hari.

Tarwodo (50) misalnya, warga asal Desa Sukra itu mengaku baru mencoba ikut menjadi penyapu koin. Bermodal sapu khusus, ia bersiaga di pinggir jalan yang tak jauh dari Jembatan Sewo. Sebab, mayoritas pengguna jalan menaburkan uang di sekitar jembatan.

“Ini baru ikutan, sama anak saya. Biasanya sih enggak ikut,” kata Tarwodo sambil mengawasi pengguna jalan, dilansir detikJabar, Minggu (7/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti biasanya, para penyapu koin memakai baju lengan panjang dengan topi ataupun capingnya. Tidak ketinggalan, untuk menghindari panasnya terik matahari, sebagian mereka juga memakai penutup wajah.

Ada juga yang terlihat membawa ember besar sebagai tempat duduk saat menunggu taburan uang atau menyimpan air minum. Tidak sedikit, ember-ember kecil mereka sediakan untuk menyimpan uang dari hasil nyapu di jalanan.

Terutama, alat sapu khusus selalu mereka siapkan. Dengan modal Rp10 ribu, sapu itu mereka beli untuk digunakan selama seminggu.

Tak hanya uang koin, mereka juga sering mendapatkan uang pecahan kertas. Bahkan, sesekali jika beruntung mereka mendapat pecahan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

“Ya lumayan kalau sekarang sih Rp300 ribu mah dapat. Kalau yang kuat dan masih muda mereka kadang sehari semalam ada terus. Kalau saya sih kadang pulang kan deket,” ucapnya.

Meski begitu, mereka sangat memahami akan risiko yang dihadapinya ketika mengambil uang di tengah jalan. Bahkan, beberapa dari mereka sering tertabrak kendaraan atau terserempet.

“Biasanya yang masih baru pada rebutan. Kalau yang sudah biasa kayak saya sih santai aja, uang mah bukan itu aja ada terus,” pungkasnya.

Polisi Tertibkan Penyapu Koin

Di sisi lain, polisi juga kerap menertibkan penyapu koin di Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. Bahkan aksi ‘kucing-kucingan’ pun sering terjadi antara para pengais recehan dengan petugas.

Selain memasang spanduk imbauan, polisi juga sesekali terlihat berjaga di sekitar jembatan sambil mengatur lalu lintas arus mudik Lebaran 2024.

“Setiap 2 jam sekali kita melakukan penertiban,” ujar Kapolsek Sukra, Iptu Rudi, Jumat (5/4/2024)

Dijelaskan Rudi, aktivitas penyapu koin diakui sebagai fenomena yang sudah dilakukan warga sejak puluhan tahun silam. Dengan sapu khasnya, mereka sering memenuhi bahu jalan sekitar jembatan untuk menyambut para pengguna jalan yang menaburkan uang.

Meski begitu kata Rudi, seiring padatnya arus lalu lintas membuat petugas harus memberikan tindakan persuasif kepada penyapu koin. Hal itu untuk menjaga keselamatan sekaligus ketertiban mudik Lebaran.

Simak selengkapnya di sini.

(yld/knv)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *