Jakarta

Kasus penembakan ke Markas Polda (Mapolda) Lampung bikin geger. Pelaku penembakan kini masih menjadi misteri.

Informasi mengenai aksi penembakan itu dibenarkan Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika saat dimintai konfirmasi detikcom, Minggu (7/4/2024). Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan.

“Di Jalan Terusan Ryacudu tepatnya (penembakan terjadi),” ujar Helmy.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku penembakan disebut menggunakan mobil. Helmy menyebut mobil pelaku penembakan itu melaju dengan kecepatan tinggi saat melintas di depan Mapolda Lampung.

“(Penembakan) oleh orang menggunakan mobil ngebut, persis di depan Polda,” katanya.

Helmy belum bisa menyampaikan informasi lebih lanjut. Dia mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman atas aksi ini.

“Nanti akan kita sampaikan, saat ini sedang pendalaman,” katanya.

Sementara itu, seperti dilansir dari detikSumbagsel, rekaman CCTV memperlihatkan beberapa orang menggunakan satu mobil melintas di depan Mapolda Lampung. Kemudian salah satu dari mereka melepaskan sejumlah tembakan.

Dalam rekaman video itu juga terdengar suara percakapan yang menceritakan kronologi peristiwa tersebut. Mulai aksi kejar-kejaran mobil hingga peristiwa penembakan oleh OTK.

“Itu mobil kita wan ya, ini mobil kita pelan ya jalan, tiba-tiba pelaku pakai VRZ putih langsung ngebut, di tikungan pelaku langsung nempong dari kiri nyegat dari depan, penumpang sebelah kiri turun. Kita kabur sebelah kanan wan ya, putar balik, penumpang sebelah kiri turun langsung nembak berulang kali, kita langsung ngebut langsung masuk Polda. Ini pelaku ngejer lewat vrz putih penumpang sebelah kiri nembak berulang kali, ini terhalang pohon itu wan ya, nah itu, nah ini kita masuk, gua langsung turun, itu gua keluar,” percakapan yang menjelaskan video CCTV.

Terkait peristiwa tersebut, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah Astutik mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Penyelidikan dilakukan Ditkrimum Polda Lampung.

“Mohon waktu peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kalau sudah ada hasilnya akan kami infokan lebih lanjut, biarkan Ditkrimum bekerja dulu,” kata dia, Minggu (7/4/2024).

(knv/knv)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *