Pandeglang

Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mengkonfirmasi populasi individu badak Jawa bertambah satu ekor di Kawasan Semenanjung Ujung Kulon. Satu anak badak Jawa tersebut terekam camera trap atau kamera jebakan.

“Populasi baru yang kita temukan 4 Maret 2024. Kenapa kita berani deklarasi itu individu baru karena ukurannya paling kecil, jadi kalau kecil tentu anakan baru, jadi sudah pasti,” kata Kepala Balai TNUK Ardi Andono saat dikonfirmasi, Minggu (7/4/2024).

Andi mengatakan anak badak Jawa itu terekam bersama dengan induknya. Namun, Andi belum bisa memastikan induk anak badak tersebut. Menurutnya, camera trap tidak jelas merekam identitas induk badak.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Nah yang jadi masalah induknya belum tau yang mana, karena videonya cuma sedikit, jadi belum pasti indukannya. Induknya belum teridentifikasi,” tambahnya.

Ardi mengatakan usia anak badak Jawa tersebut diperkirakan berusia tiga bulan. Ia mengatakan anak itu memiliki ID 093.2024.

“Tiga bulan,” katanya.

Ardi mengklaim penemuan anak badak itu karena pemasangan kamera trapp menggunakan metode baru. Metode baru itu, menurutnya memperbanyak jumlah kamera yang dipasang dan memperluas area pemantauan.

“Jadi kamera trapp kemarin dipasang berdasarkan tim patroli, bukan berdasarkan great area, semua petak-petak itu kita pasang kamera trapp, jadi kalau seperti itu peluang mendapatkan badak itu lebih besar,” ungkapnya.

Dengan lahirnya anak badak Jawa baru atau Rhinoceros sondaicus, kini satwa endemik yang dilindungi itu berjumlah 82 ekor. Ia berharap populasi individu terus bertambah.

“Alhamdulilah jadi total kita 82,” katanya.

(maa/maa)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *