Jakarta

Percakapan di media sosial dipenuhi dengan ungkapan perasaan warganet selama masa mudik Lebaran 2024. Berdasarkan analisis data percakapan di X, sebagian besar warganet bahagia selama mudik.

Analisis pantauan percakapan mudik 2024 ini dilakukan oleh tim peneliti Monash Data & Democracy Research Hub. Analisisnya menunjukan bahwa mayoritas kalangan masyarakat pengguna X merasa senang dan suka dengan Inisiatif dan kebijakan yang dilaksanakan oleh kepolisian serta pemerintah, seperti strategi penghindaran kemacetan dan diskon tarif tol hingga 20% selama periode mudik.

Adapun keamanan jalur mudik 2024 yang terjamin juga mendapatkan pujian. Posko Banser yang menyediakan tempat peristirahatan untuk para pemudik tidak hanya mendapatkan apresiasi namun juga dianggap berkontribusi pada peningkatan ekonomi desa selama musim mudik.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sementara itu, ada juga cuitan perasaan cinta dan kesenangan terhadap tradisi mudik yang begitu kental terasa di kalangan masyarakat Indonesia, terutama mereka yang berangkat lebih awal untuk berkumpul dengan keluarga. Beberapa cuitan juga menunjukkan bahwa masyarakat bahagia karena dapat memajukan tanggal mudik menjadi 4 April 2024,” ujar codirector Data & Democracy Research Hub Associate Professor Derry Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/4/2024).

Derry dan tim mengumpulkan cuitan dengan menggunakan beberapa kata kunci. Beberapa di antaranya yakni mudik, pemudik, pulkam, pulang kampung, baliak basamo, balik kampung, mulih, muleh, pulang basamo, baliak kampuang, pulang kampuang, ganjil genap, gage dan tol.

Hasil cuitan yang dikumpulkan sebanyak 50 ribuan dan dibersihkan dengan menghilangkan cuitan yang berulang/duplikat, hingga akhirnya hanya sekitar 38 ribuan yang dianalisis.

“Kami menggunakan model deep learning BERT, yang telah dilatih khusus untuk mendeteksi emotion dalam tweet berbahasa indonesia. Model ini mengklasifikasi tweet menjadi lima jenis emosi: bahagia (happy), sedih (sadness), takut (fear), marah (angry), dan cinta (love),” ujar Derry.

Dalam pantauan percakapan mudik tim Monash University Indonesia, emosi yang paling banyak diekspresikan ternyata adalah emosi bahagia, yang dinyatakan dalam 52,6% atau
20.106 cuitan. Selain senang/bahagia, ekspresi emosi yang mengikuti adalah sedih sebanyak 11.970 cuitan (30,3%), takut (3.267 atau 8,55%), marah (2.444 atau 6,4%),
dan cinta (423 atau 1,11%).

Pada cuitan yang mengekspresikan perasaan takut, marah, dan khawatir, ternyata masyarakat cemas puncak arus mudik yang diperkirakan berlangsung dua hari sebelum
lebaran, ditambah dengan proyeksi peningkatan jumlah pemudik dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, kemarahan juga muncul terkait kemacetan yang terjadi dari Cipali sampai Cirebon dan maraknya calo tiket mudik saat lebaran mendekat. Selain itu, ada kesedihan di hati sebagian warga karena tidak bisa pulang ke kampung halaman, dikarenakan adanya kerjaan yang belum selesai dan masalah lain seperti kemacetan, yang akhirnya membuat mereka memilih untuk tidak mudik.

(rdp/imk)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *