Jakarta

Tahun ini, Gerhana Matahari Total terjadi pada tanggal 8 April 2024. Gerhana terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis yang sama atau posisi sejajar.

Biasanya, saat gerhana, Matahari terlihat gelap sebagian atau seluruhnya saat dilihat dari Bumi. Lalu, bagaimana proses terjadinya Gerhana Matahari? Berikut ulasannya.

Pengertian Gerhana Matahari

Dilansir situs Observatorium Bosscha ITB, Gerhana Matahari adalah peristiwa di mana Bulan tepat berada di antara Bumi dan Matahari sehingga bayangan Bulan jatuh ke sebagian permukaan Bumi. Saat Gerhana Matahari, posisi Bulan terletak di sekitar titik potong antara bidang edar Bulan mengelilingi Bumi dan bidang edar Bumi mengelilingi Matahari.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerhana Matahari terjadi saat Bulan tepat berada di antara Bumi dan Matahari sehingga bayangan bulan jatuh ke sebagian permukaan Bumi. Bayangan ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu umbra, penumbra, dan antumbra.

Umbra adalah bayangan bagian dalam yang lebih gelap, sedangkan penumbra adalah bayangan bagian luar yang tidak segelap umbra. Selain itu, antumbra adalah terusan dari umbra tetapi lebih terang.

Proses Gerhana Matahari Total

Daerah di permukaan Bumi yang berada di dalam umbra akan dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT), saat piringan Matahari tertutup seluruhnya oleh piringan Bulan. Seiring rotasi Bumi dan revolusi Bulan, bayangan umbra akan bergerak dari barat ke timur menghasilkan pita sempit di permukaan Bumi yang dikenal dengan jalur totalitas.

Daerah yang berada di jalur totalitas akan dapat menyaksikan Matahari perlahan masuk ke bayangan Bulan. Saat itulah, peristiwa Gerhana Matahari mulai terjadi. Peristiwa tertutupnya piringan Matahari berlangsung perlahan selama kurang lebih satu jam hingga tiba pada fase totalitas gerhana, saat piringan Matahari ditutupi sepenuhnya.

Fase totalitas akan terjadi selama beberapa menit saja sampai perlahan Matahari meninggalkan bayangan umbra dan gerhana berangsur selesai.

Dampak Gerhana Matahari Total

Menurut situs SPACE, selama Gerhana Matahari Total, langit akan menjadi sangat gelap. Rata-rata, Gerhana Matahari Total terjadi setiap 18 bulan sekali. Selama gerhana terjadi, Bulan akan melemparkan bayangan umbra ke permukaan Bumi dan bayangan itu menutupi sepertiga dari seluruh planet hanya dalam beberapa jam.

(kny/imk)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *