Jakarta

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya selama pandemi, arus angkutan mudik Lebaran 2024 berangsur pulih seperti sedia kala. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan ada sedikit perbedaan dalam persiapan dan tren mudik yang terjadi di masa Pra serta Post Pandemi.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan mengupayakan berbagai langkah dan persiapan dalam mengantisipasi arus angkutan mudik Lebaran 2024 kali ini. Terlebih, Kemenhub memprediksi ada lonjakan tinggi pergerakan masyarakat di Lebaran 2024 sebesar 193,6 juta orang. Padahal pergerakan masyarakat di Lebaran 2023 hanya sebesar 123,8 juta orang.

Dalam Program Teman Mudik detikcom bersama Kemenhub pada Rabu (3/4) lalu, Budi menuturkan ada perbedaan yang cukup terasa dari strategi pemerintah dalam menghadapi arus angkutan Lebaran di masa sebelum dan setelah pandemi. Apalagi dirinya sudah menangani mudik sejak tahun 2017 sebagai Menteri Perhubungan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kalau 2017 dan 2018 itu yang kita lakukan lebih ke konsolidasi. Kita katakan mudik itu harus kolaboratif, harus bersama dan koordinasi. Karena apa? Kami memang regulator dan leading sector, tapi yang kerja bukan kami sendiri,” papar Budi dalam Program Teman Mudik detikcom bersama Kemenhub di 20detik.

Ia menyebutkan kolaborasi ini dilakukan bersama berbagai pihak, mulai dari pengaturan lalu lintas, memastikan fasilitas dan layanan kesehatan selama mudik, hingga koordinasi dengan penyedia bahan bakar demi kelancaran stok di jalur-jalur mudik krusial.

“Rapat koordinasi itu kita lakukan beberapa kali, itu penting dan tidak mudah karena kita harus duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi,” tambahnya.

Setelah pandemi menyerang, kata Budi, ada perubahan dalam tren mudik. Pihaknya sebagai regulator pun mengubah cara yang konservatif untuk mengatur kebiasaan mudik di masyarakat bahkan sempat melarang mobilitas dengan alasan keselamatan selama pandemi COVID.

Di tahun 2022 setelah pandemi berangsur mereda, kata Budi, pihaknya mulai melakukan kombinasi gas-rem sebagaimana yang diinstruksikan Presiden RI Joko Widodo. Adapun euforia mudik Lebaran menurutnya baru kembali dirasakan di 2023 lalu.

“2023 itu euforia, di sinilah selain ada kolaborasi, (penggunaan) teknologi sudah mulai main. Misalnya ada tiket digital,” tutur Budi.

Budi menjelaskan pascapandemi mulai 2023 dan tahun ini, pihaknya pun memperhatikan V/C Ratio dengan lebih presisi. V/C Ratio adalah jumlah kendaraan pada satu segmen jalan dalam satu waktu dibandingkan dengan kapasitas jalan.

“V/C ratio lebih presisi, volume yang melalui dan kapasitas juga harus di bawah 0,7. Selalu dihitung. Ke depannya dengan bertambahnya pemudik sebanyak 193 juta ini akan tambah lagi. Kita juga harus membuat tambahan-tambahan sarana dan prasarana itu agar bisa memenuhi kebutuhan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, menyambut angkutan Lebaran 2024 ini pemerintah mengusung tema ‘Mudik Ceria Penuh Makna’ yang diharapkan dapat dinikmati seluruh masyarakat.

“Mudik Ceria Penuh Makna ini adalah satu konsepsi yang diturunkan dari perintah Pak Jokowi. Presiden bilang sama kita menteri-menteri buat perjalanan mudik ini lebih baik. Ini sebenarnya kan doa,” ungkap Budi.

“Ceria itu kan senang, kalau senang itu akumulasi lancar, aman, dan nyaman juga penuh makna,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ragam informasi terkini soal mudik di momen Lebaran ini disajikan oleh detikcom melalui Program Teman Mudik yang bekerja sama dengan Kemenhub RI. Kabar ter-update seputar mudik bisa Anda saksikan dengan klik di sini.

(ncm/ega)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *