Jakarta

Pintu penguras air di Bendung Katulampa Bogor sempat jebol. Kini Bendung Katulampa suah diperbaiki sementara agar air Sungai Ciliwung bisa mengalir ke saluran irigasi.

Pantauan detikcom, Senin (8/4/2024) panel pintu penguras air yang sebelumnya menggunakan besi, kini diganti menggunakan kayu dan bambu yang disusun. Aliran air yang datang dari arah hulu Sungai Ciliwung kini tampak tertahan balok kayu dan bambu yang disusun di pintu penguras air yang sempat jebol.

Debit air yang mengalir ke aliran Sungai Ciliwung dan mengalir ke Jakarta, kini lebih sedikit. Sementara di depan Bendung Katulampa, tampak sejumlah orang sedang membuat sodetan agar air mengalir ke pintu irigasi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bendung Katulampa Bogor usai diperbaikiFoto: Bendung Katulampa Bogor usai diperbaiki (Solihin/detik)

Mereka membuat semacam pembatas air menggunakan batu dan tanah yang dimasukkan ke dalam karung. Aliran air yang mengalir ke pintu irigasi inilah yang nantinya diolah dan digunakan untuk keperluan warga, Kebun Raya dan Istana Bogor.

“Hari ini kita ada penanganan perbaikan sementara dengan slop bambu dan kayu sesuai arahan kepala dinas dan BBWS, kita bergerak bersama dibantu rekan-rekan BPBD. Kami ambil inisiatif bikin sodetan-sodetan di depan bendung supaya air mengarah ke saluran irigasi. Kedua, pintu penguras kita tutup dengan slop balok kayu dan bambu yang ada,” kata Kepala Bendung Katulampa Andi Sudirman, Senin (8/4/2024).

“Kita pasang kayu dan bambu, Alhamdulillah air tertahan di pintu penguras, dan air sudah bisa masuk ke saluran irigasi. Pengalihan arus juga sedang proses perapihan supaya air yang datang langsung masuk ke saluran irigasi,” imbuhnya.

Dampak dari pintu penguras air jebol itu, air Sungai Ciliwung seluruhnya masuk dan melimpas ke Bendung Katulampa dan mengalir ke Jakarta. Seharusnya, air tertahan dan mengalir ke pintu irigasi.

“Jadi (imbas pintu penguras jebol) saluran irigasi debitnya berkurang bahkan sampai pada minim, hanya 500 liter perdetik, normalnya kan 3.000-4.000 liter per detik. Itu untuk menggelontorkan (memasok) air baku ke Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, warga masyarakat, itu tidak akan mencukupi, bahkan makin kritis,” kata Andi.

“Kita upaya secepatnya dari tim Bendung Katulampa supaya tim memasang dan membuat pengarah arus. Alhamdulillah debit air sekarang bertambah, air yang masuk (ke jalur irigasi) sekarang sudah 2.000 liter per detik,” imbuhnya.

(dek/dek)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *