Jakarta

Salah satu karyawan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Arie Febriant, viral karena meludah usai tak terima ditegur lantaran parkir di tengah jalan. Penjual gorengan, Reza (29) mengatakan bahwa Arie sempat cekcok dengan pengendara lain dan menyebabkan kemacetan panjang.

“Iya (ribut) sama cewe yang bawa mobil juga. Ada kali setengah jam ribut di sini,” kata Reza saat ditemui di Jalan Masjid Darul Falah, Petukangan Utara, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2024).

Reza mengatakan kejadian itu berlangsung sekitar pukul 15.00 pada Jumat (5/4) lalu. Hal itu menyebabkan kemacetan panjang di jalan tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Iya, panjang macetnya. Banyak motor yang marah-marah juga karena bikin macet,” ujarnya.

“Ada kali macet 10 kilo (meter),” sambungnya.

Sebelum kejadian tersebut, Reza mengaku bahwa ia harus melayani pembeli secara berurutan sesuai waktu kedatangan. Ia menyebut, Arie datang paling terakhir dan sudah memarkirkan mobilnya itu di tengah jalan.

“Iya, jadi bapaknya ini beli gorengan di saya. Kan kemaren yang beli bukan bapaknya doang, ada pembeli lain yang lebih duluan. Jadi saya ya ngelayanin yang duluan dong. Bapak nya ini saya layanin terakhir,” ungkapnya.

“Nah mulai macet tu. Awalnya mah klakson motor aja. Cuma pas-pasan sama mobil, nggak bisa lewat. Yasudah deh mulai itu berantem mbak-mbak sama si bapak itu,” sambungnya.

Reza mengatakan, Arie dan pemobil lainnya itu dilerai oleh warga yang berada di sekitar lokasi. Sebab, jika tidak dilerai, kemacetan akan semakin panjang dan banyak pemotor yang ikut tersulut emosi karena macet.

“Bubarnya ya pas di lerai sama warga, karena kan malah bikin tambah macet. Yasudah si bapaknya pergi, baru lancar lagi,” imbuhnya.

Pantauan detikcom di lokasi kejadian Jalan Masjid Darul Falah, Petukangan Utara, Jaksel pada Senin (8/4/2024), suasana jalan tersebut terpantau lengang. Terlihat beberapa motor yang parkir di pinggir jalan.

Lokasi persis Arie Febriant meludah tepat di seberang Masjid Darul Falah. Lebar jalan tersebut kira-kura 5 meter untuk kedua arah, atau hanya cukup dilewati dua mobil secara bersamaan.

Selain itu, karena banyaknya pemotor yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan, membuat lalu lintas jalan tersebut terlihat semakin sempit.

Suasana lokasi Arie Febriant meludah pada pukul 11.00 WIB, masih tampak lengang, namun jika lebih dari pukul 15.00 WIB, kawasan tersebut sering macet karena banyaknya volume kendaraan.

“Kalau siang gini mah lancar, tapi kalau sudah mau buka puasa jatuh rame, macet,” kata salah seorang warga di lokasi.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *